JAKARTA, RMNEWS.ID- Para pencari suaka di dekat kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Jalan Rasuna Said, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan sudah setahun mendirikan tenda.
Selama ini tidak ada penertiban yang dilakukan oleh pihak UNHCR maupun dari Pemkot Jakarta Selatan.
Penjabat Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono sempat menyinggung keberadaan para pengungsi dari negara Afghanistan dan Irak itu menganggu estetika Jakarta.
Dikutip dari Wartakota, Hari ini, Selasa (2/7/2024), Pemkot Jakarta Selatan bakal menertibkan para pencari suaka yang membuka sejumlah tenda di sana.
“Jadi, sekitar pukul 09.00 WIB, kumpul di Kecamatan Setiabudi. Tunggu lengkap baru action,” kata Camat Setiabudi, Iswahyudi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (2/7/2024).
Sebelumnya diketahui, Sejumlah tenda berdiri di trotoar United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Jalan Rasuna Said Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan sejak 1 tahun terakhir.
Daripantauan di lokasi, mereka menggunakan tenda naik gunung untuk berteduh dari matahari dan dinginnya malam.
Beberapa pengungsi di antaranya adalah anak-anak dan mereka nampak menikmati tinggal di tenda tersebut.
Zahid, pengungsi asal afghanistan, mengatakan sejak usia 14 tahun ia sudah meninggalkan negaranya demi mencari keamanan diri.
Ia mengaku negaranya sedang tidak baik-baik saja terutama untuk warga bersuku Hazara seperti dirinya.
Suku tersebut menganut agama Islam Syiah dan kerap mendapat tindakan persekusi oleh suku Taliban yang sedang berkuasa saat ini.
Meski sudah tiga kali pindah negara, tapi ia tidak mau menetap dan tinggal di Indonesia karena budayanya berbeda dengan Afghanistan.
“Tidak ada (keluarga) sama sekali, saya sendiri di Indonesia. Semua keluarga saya masih Afghanistan, mereka enggak bisa keluar,” ungkapnya.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Wartakota
























































