LANGKAT, RMNEWS.ID- Kepala Dinas (Kadin) PUPR Kabupaten Langkat, Khairul Azmi, mendapat kritikan pedas dari sejumlah aktifis di Langkat usai dirinya tak menghadiri sidang paripurna DPRD Langkat.
Kritikan itu salah satunya datang dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Langkat, Syamsul Rizal.
Syamsul menyesalkan, sikap Kadis PUPR Langkat, Khairul Azmi yang seakan tak acuh terhadap kegiatan paripurna pembahasan Perubahan (P)-APBD Langkat Tahun Anggaran 2024.
Anggota DPRD Langkat, Arifuddin juga turut memberikan komentar atas sikap Azmi yang seakan tidak menghargai upaya Pemkab maupun DPRD Langkat dalam penyusunan anggaran untuk pembangunan di Kabupaten Langkat.
“Dalam paripurna ysang membahas P-APBD Langkat 2024 ini, jangankan Kadis PUPR Langkat, bahkan perwakilannya pun tidak pernah hadir sekalipun,” ungkap Arifuddin.
Saat penutupan paripurna, Ketua DPRD Langkat Sribana PA, juga turut mengkritik dan meminta kepada Pj Bupati Langkat, Faisa Hasrimy untuk menegur dan mengingatkna Kadis PUPR Langkat yang tidak pernah hadir sekalipun dalam rapat paripurna pembahasan P-APBD Langkat 2024 tersebut.
“Saya minta kepada Bapak Pj Bupati Langkat untuk memberikan teguran kepada Kadis PUPR Langkat yang tidak pernah hadir dalam paripurna pembahasan P APBD Langkat 2024, meski sudah berkali kali disurati,” ungkap Sribana.
Alumni LikNas 86 GP Ansor, Tengku Syaiful Anhar juga mengomentari ketidakhadiran Kadis PUPR Langkat, Azmi pada sidang paripurna DPRD Langkat.
“Sidang paripurna itu membahas kemaslahatan umat, yang salah satunya untuk kepentingan rakyat maka dari itu para penyelenggara negara jangan semena-mena terhadap tugasnya” tegas Tengku Syaiful Anhar.
Syaiful menilai bahwa ada sikap arogansi Kadis PUPR Langkat Khairul Azmi yang dikenal merupakan mantan ajudan Ngogesa Sitepu tersebut.
“Kita minta Pj Bupati Langkat HM Faisal Hasrimy mengevaluasi kinerja Kadis PUPR Langkat Azmi. Dan ketidakhadirannya di rapat paripurna itu sangatlah kurang ajar. Dia (Azmi-red) sama saja meremehkan para wakil rakyat yang terhormat di Langkat ini,” tutur Syaiful.
Sementara, sekretaris Badan Koordinasi Cabang Langkat Forum Komunikasi Studi Mahasiswa Kekaryaan (Bakorcab Fokusmaker), Fauzi PA, menanggapi tertundanya realisasi pembangunan jembatan penghubung antar Dusun Kehutanan dan Dusun Hilir, Desa Secanggang.
“Sebaiknya dahulukan kepentingan rakyat terutama yang sudah diucapkan oleh pak Plt Bupati pada saat itu, apalagi janji tersebut sudah tertuang dalam P-APBD 2023. Janji menimbulkan harapan, dan harapan menimbulkan semangat akan tetapi janji dan harapan bisa juga menimbulkan rasa sakit bahkan kekecewaan yang mendalam bagi rakyat,” ujar Fauzi PA.
“Fokusmaker Langkat siap mendukung apa pun program pemerintah dalam mensejahterakan rakyat. Tapi kita juga siap memberikan kritikan apabila kebijakan menyakiti hati rakyat,” pungkasnya.
Editor: Gusti Rangga
Laporan: Sofyan Wartawan RMNEWS.ID Kab. Langkat
























































