JAKARTA, RMNEWS.ID – Otoritas Korea Selatan memperingatkan bahwa atlet Olimpiade Korea Utara yang menerima ponsel pintar Samsung dapat melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai program senjata nuklir dan rudal Pyongyang.
Seperti yang diketahui Samsung adalah perusahaan yang membagikan ponsel pintar Galaxy Z Flip 6 edisi Olimpiade khusus kepada atlet yang bertanding tahun ini.
Dikutip dari VOI, Jumat (9/8/2024), Korea Utara menerima ponsel pintar Samsung untuk para atletnya seperti pada semua atlet yang mengikuti Olimpiade tersebut.
Kementerian Unifikasi mengatakan, ponsel pintar diklasifikasikan sebagai barang terlarang berdasarkan Resolusi DK PBB 2397, yang diadopsi pada 22 Desember 2017. Kementerian tersebut mencatat, perangkat tersebut dapat digunakan untuk tujuan komersial dan militer.
“Atlet Olimpiade Korea Utara yang menerima ponsel pintar Samsung dapat melanggar Resolusi DK PBB 2397 yang secara langsung dan tidak langsung melarang penyediaan, penjualan, dan pemindahan semua peralatan listrik ke Korea Utara,” kata seorang pejabat Kementerian Unifikasi, dilansir dari The Korea Times 9 Agustus.
“Tindakan pemberian, atau penyediaan, ponsel Samsung juga dapat dilihat sebagai pelanggaran sanksi PBB. IOC memiliki keputusan akhir tentang masalah ini,” jelasnya.
Disisi lain, IOC tidak segera bersedia memberikan komentar.
Kementerian Luar Negeri juga memberikan tanggapan serupa.
“Pemerintah akan terus melakukan upaya diplomatik yang diperlukan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk memastikan penerapan resolusi DK PBB secara menyeluruh,” ucap seorang pejabat kementerian luar negeri.
Sebelumnya, Park Choong-kwon, seorang pembelot Korea Utara yang menjadi anggota parlemen dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa pada Hari Senin mengklaim, Pyongyang dapat menyita semua ponsel pintar yang diberikan kepada atlet Olimpiade Korea Utara.
“Ada kemungkinan bahwa otoritas Korea Utara menyita semua ponsel mereka sebelum membuka kotaknya,” kata Park dalam sebuah acara radio.
Sebelumnya, pada Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018, Korea Utara menolak menerima ponsel pintar Samsung setelah penyelenggara menawarkan untuk menyediakannya dengan syarat atlet Korea Utara mengembalikan ponsel tersebut sebelum berangkat.
Para ahli menyarankan Korea Selatan untuk mengambil pendekatan yang hati-hati guna menghindari terjadinya ketegangan dengan IOC, karena Olimpiade dimaksudkan untuk menyampaikan pesan perdamaian.
Editor: Andika
Sumber: VOI
























































