JAKARTA, RMNEWS.ID- Muhammad Yunus dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) sementara Bangladesh. Ia meminta kaum muda untuk membantunya membangun kembali negara Asia Selatan itu.
Muhammad Yunus yang juga peraih Nobel Perdamaian itu dilantik menggantikan PM Sheikh Hasina yang dilengserkan dari pemerintahannya usai demo besar-besaran mahasiswa selama beberapa minggu di Dhaka.
“Bangladesh bisa menjadi negara yang indah, tetapi kita telah menghancurkan kemungkinan-kemungkinannya,” ucapnya, mengutip Okezone, Jumat 9 Agustus 2024.
“Sekarang kita harus membangun persemaian lagi, persemaian baru akan dibangun oleh mereka,” sambungnya.
Yunus bersumpah, dirinya akan menegakkan, mendukung, dan melindungi konstitusi. Pria berusia 84 tahun itu mengambil sumpah di istana presiden di Dhaka bersama lebih dari selusin anggota kabinet barunya.
Sementara, PM Bangladesh sebelumnya, Hasina memulai pemerintahan itu sebagai simbol demokrasi, tetapi, saat ia melarikan diri, ia dianggap sebagai seorang otokrat yang berusaha memperkuat otoritasnya dengan membungkam perbedaan pendapat.
Penjara dipenuhi orang-orang yang berusaha menentangnya.
Yunus adalah salah satu dari mereka yang mengalami masalah hukum selama masa jabatan Hasina.
Hasina menganggap Yunus sebagai musuh publik.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Okezone
























































