BATAM, RMNEWS.ID – Pihak Telegram secara diam-diam menghapus pernyataan dari laman FAQ yang menyatakan obrolan pribadi bersifat privat serta dilindungi dari permintaan moderasi.
Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan demi memberantas aktivitas ilegal atau kriminal yang selama ini dituduhkan kepada Telegram.
Mengutip dari Kumparan, Senin (9/9/2024), inilah kalimat yang dihapus Telegram:
“All Telegram chats and group chats are private amongst their participant. We do not process any request related to them.”
Sebagai gantinya, kalimat-kalimat tersebut diganti dengan:
“Semua aplikasi Telegram memiliki tombol ‘Laporkan’ yang memungkinkan Anda menandai konten ilegal untuk moderator kami — hanya dengan beberapa ketukan,” diikuti dengan petunjuk tentang cara melaporkan pesan.
Untuk menekan aktivitas ilegal, pengguna diminta untuk menekan tombol ‘report.’ Opsi tombol report ditempuh untuk menandai konten kriminal dan membiarkan moderator melakukan investigasi atau penelusuran.
CEO Telegram, Pavel Durov sebelumnya mengeluarkan pernyataan publik pertama sejak penangkapannya. Ia berjanji untuk mememoderasi semua konten yang beredar di Telegram.
“Peningkatan jumlah pengguna Telegram yang tiba-tiba menjadi 950 juta menyebabkan kendala yang memudahkan penjahat untuk menyalahgunakan platform kami,” tulisnya dalam pernyataan, dilansir The Verge.
“Itulah sebabnya saya menetapkan tujuan pribadi untuk memastikan kami meningkatkan berbagai hal secara signifikan dalam hal ini. Kami telah memulai proses itu secara internal, dan saya akan segera membagikan detail lebih lanjut tentang kemajuan kami kepada Anda.”
Editor: Andika
Sumber: Kumparan
























































