BATAM, RMNEWS.ID – Fluid reasoning (Gf) atau Penalaran fluid adalah istilah kontrol perhatian secara sadar dan fleksibel untuk memecahkan masalah baru yang tidak dapat dilakukan dengan mengandalkan secara eksklusif pada kebiasaan, skema, dan skrip yang sebelumnya dipelajari.
Dengan kata lain, kemampuan ini dipakai untuk memecahkan masalah baru yang tidak dapat dipecahkan dengan bantuan pengetahuan atau skema sebelumnya.
Adapun, salah satu tanda kemampuan fluid reasoning seseorang tinggi yakni berpikir out-of-the-box.
Mengutip dari UGM, Fluid reasoning diyakini sebagai kemampuan bawaan yang setiap orang terlahir yang bukan hasil belajarnya. Para ahli bahkan menyebut Fluid Reasoning sebagai akar atau inti (core) tingkat kecerdasan seseorang.
Ada tiga narrow ability yang menjadi bagian dari kemampuan ini yaitu Induction (I), General Sequential Reasoning (RG), dan Quantitative Reasoning (RQ).
- Induksi didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengamati suatu fenomena dan menemukan prinsip atau peraturan yang menentukan tingkah lakunya.
- Penalaran general sequential didefinisikan sebagai kemampuan untuk berpikir secara logis dengan menggunakan premis dan prinsip yang diketahui. Penalaran ini dikenal dengan penalaran deduktif.
- Sedangkan penalaran kuantitatif didefinisikan sebagai kemampuan menalar baik dengan cara induksi atau deduksi terhadap stimulus berupa angka, hubungan matematis, maupun simbol matematika.
Pada beberapa tes inteligensi, fluid reasoning selalu diukur misalnya dalam Culture Fair Intelligence Test (CFIT) atau Raven Progressive Matrices (RPM). Baru-baru ini, penalaran tercatat diukur dalam beberapa baterai intelijen seperti WISC-IV, WAIS-IV, WPPSI-III, K-ABC-II, WJ-III, dan DAS-II.
Editor: Andika
Sumber: UGM
























































