SAMUT SHAKON, RMNEWS.ID – Biro Investigasi Pusat (CIB) dan Kantor Keamanan Kesehatan Nasional (NHSO) telah menangkap seorang operator nakal yang menawarkan prosedur pembesaran penis kepada pria yang ingin mendapatkan ukuran yang lebih besar. Mirisnya, bukannya malah menjadi besar, namun malah mengalami infeksi yang menyakitkan.
Letnan Jenderal Polisi Jiraphop Phuridet dan Mayor Jenderal Polisi Witthaya Sriprasertphap, petinggi CIB dan Polisi Perlindungan Konsumen, saat ini polisi bertindak untuk menangkap Kittikorn, seorang operator berusia 36 tahun yang melakukan praktik tersebut. Kittikorn dituduh “mengoperasikan fasilitas medis tanpa izin” dan “mempraktikkan pengobatan tanpa izin,” dengan 22 barang bukti yang disita.
Melansir dari Thaiger, Minggu (22/9/2024), kapolres setempat menemukan informasi yang mengejutkan dari Divisi 4 Polisi Perlindungan Konsumen, tentang sebuah perusahaan di Facebook yang menjual implan mutiara, penambahan silikon, dan suntikan filler yang dijanjikan bisa mengubah orang biasa menjadi aktor porno terkenal dengan memperbesar alat vital mereka. Namun, kenyataan yang ditemukan adalah cerita mengerikan tentang para pelanggan yang mengalami peradangan, infeksi yang melumpuhkan, dan kemampuan di ranjang yang hancur.
Polisi melacak Kittikorn ke rumahnya di Tambon Om Noi, Amphoe Krathum Baen, Provinsi Samut Sakhon dan menangkapnya saat sedang memegang bagian bawah tubuh pelanggan di sebuah ruang operasi darurat. Kittikorn, ternyata, bukanlah seorang dokter, melainkan seorang tukang pijat otodidak yang bekerja sambilan sebagai ahli bedah.
Rumah Kittikorn yang berada di lantai dua adalah tempat yang menyeramkan, diubah menjadi ruang operasi tanpa peralatan sanitasi yang terlihat. Peralatan medis, obat-obatan, dan alat bedah semuanya disita untuk menghentikan kegiatan ilegal ini.
Kittikorn mengakui bahwa dia tidak memiliki kredensial medis dan telah menjalani kegiatan ilegal ini selama 20 tahun. Dia mendapat dua hingga tiga klien dalam sebulan dan menerima bayaran sebesar 5.000-20.000 baht per kunjungan.
Atas perbuatannya, Kittikorn dijerat dengan Undang-Undang Rumah Sakit tahun 1998 dan Undang-Undang Profesi Medis tahun 1982. Dia dapat dihukum penjara hingga lima tahun atau didenda besar untuk setiap tuduhan yang diajukan.
Penangkapan Kittikorn menyoroti bahaya dari prosedur medis tanpa izin. Meskipun dia mungkin berharap dapat membantu pelanggan yang ingin meningkatkan ukuran penis mereka, namun kenyataannya adalah keahliannya yang kurang sesuai dengan standar membuat harapan dan kehidupan seksual pelanggan menjadi hancur.
Editor: Andika
Sumber: Thaiger
























































