BEIRUT, RMNEWS.ID – Komandan senior Hizbullah Ibrahim Muhammad Qabisi yang memimpin pasukan rudal dan roket Hizbullah, tewas dalam serangan udara Israel di Beirut pada Selasa (24/9/2024). Menurut laporan Reuters, kabar ini muncul di tengah serangan roket lintas batas oleh kedua belah pihak.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa serangan udara di ibu kota Lebanon itu menewaskan Ibrahim Qubaisi.
Militer Israel menyebut Qabisi bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan berbagai serangan terhadap warga sipil dan tentara Israel.
“Selama bertahun-tahun dan selama perang, dia bertanggung jawab untuk meluncurkan rudal ke arah warga sipil Israel,” tulis pernyataan militer Israel, dikutip dari Sindo, Rabu (25/9/2024).
“Qabisi adalah sumber pengetahuan penting di bidang rudal dan memiliki hubungan dekat dengan para pemimpin militer senior di Hizbullah,” lanjut pernyataan militer Israel tersebut.
Berikut ini yang terjadi pada hari Selasa, Qabisi tewas dalam serangan udara Israel di Beirut. Serangan Israel ini merupakan pukulan lain bagi Hizbullah dalam sepekan terakhir, karena Israel melakukan ‘serangan besar-besaran’ terhadap target-target Hizbullah.
Sebelumnya, serangan Israel pada Selasa terhadap satu gedung di lingkungan Ghobeiry di Beirut mengakibatkan sebanyak enam orang tewas dan 15 orang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Pada hari Senin, otoritas Lebanon mengatakan 558 orang tewas dalam serangan udara, termasuk 50 anak-anak dan 94 wanita.
Pekan lalu, Hizbullah menderita kerugian besar ketika ribuan pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh anggotanya meledak.
Editor: Andika
Sumber: Sindo
























































