BLITAR, RMNEWS.ID – Nasib naas menimpa seorang santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. MKA (13), tewas setelah dilempar kayu berpaku oleh guru ngajinya.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar membenarkan terkait insiden tersebut. Dia mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada 15 September 2024 lalu sekira pukul 06.00 WIB.
Samsul menuturkan kronologi berawal ketika para santri termasuk MKA selesai menunaikan salat Subuh dan melanjutkan kegiatan dengan berolahraga di area ponpes.
Setelah itu, pada pukul 06.00 WIB, pelaku mengingatkan kepada para santri termasuk MKA agar segera mandi lantaran adanya jadwal kunjungan orang tua yang dilanjutkan dengan menunaikan shalat Dhuha.
“Biasanya, habis salat subuh, para santri olah raga, ada yang main bola, ada yang badminton dan ada yang voli.” Ujar Samsul, dikutip dari Tribun, Sabtu (28/9/2024).
“Kebetulan pagi itu, sudah pukul 06.00 WIB, salah satu ustaz memperingatkan santri untuk segera mandi, karena ada jam kunjungan orang tua dan salat duha,” imbuhnya.
Namun, lantaran enggan segera mandi, pelaku langsung mengambil dan melemparkan kayu berpaku ke arah para santri dan mengenai kepala belakang MKA.
Nahas, paku yang berada di kayu tersebut menancap di kepala bagian belakang korban.
Samsul mengungkapkan paku yang menancap di kepala belakang korban pun langsung dicabut hingga membuat MKA tak sadarkan diri.
Setelah itu, korban langsung dibawa ke RSUD Srengat, Kabupaten Blitar.
Namun sesampainya disana, Samsul menuturkan pihak rumah sakit tidak berani untuk melakukan operasi akibat kepala korban sudah mengalami pendarahan dan setelah itu MKA meninggal dunia.
Editor: Andika
Sumber: Tribun























































