SULBAR, RMNEWS.ID- Sebuah jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Sumarorong, Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), ambruk dan menyebabkan belasan siswa SD terjatuh ke dalam sungai.
Kejadian tersebut terjadi saat para siswa melintasi jembatan tua yang sudah lama tidak terawat, tepatnya di di Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, pada Jumat (4/10/2024).
Beruntung, warga setempat segera terjun untuk menyelamatkan siswa-siswa yang tercebur ke sungai.
Salah satu orang tua siswa, Sambominanga mengungkapkan kekagetannya saat mendengar bahwa anaknya terjatuh ke dalam sungai.
Ia bergegas menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. “Jembatan tua ini sudah lama lapuk dan tak kunjung diperhatikan pemerintah. Tadi baru heboh setelah ada belasan siswa terjatuh setelah jembatan ambruk,” jelas Sambominanga, mengutip iNews, Sabtu 05 Oktober 2024.
Menurutnya, jembatan tersebut sudah lama dalam kondisi rapuh, namun tidak ada perhatian dari aparat pemerintah setempat.
Ia berharap agar pemerintah lebih peduli terhadap keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari menggunakan jalur ini sebagai transportasi utama antar desa.
Anggota DPRD Mamasa, Reskianto Tula’bi, yang meninjau lokasi pasca kejadian menyatakan bahwa jembatan yang ambruk tersebut nyaris mencelakai belasan siswa yang melintas.
Ia mendesak semua pemangku kepentingan untuk segera mengatasi masalah akses jalan antar desa yang kini terputus.
“Jembatan ini merupakan sarana vital yang menunjang arus transportasi antar dua desa bertetangga,” ungkap Reskianto, Sabtu.
Ia berharap pemerintah dan pihak terkait lainnya segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi jembatan yang ambruk, agar masyarakat yang terisolasi bisa segera mendapatkan akses menuju kota atau daerah lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah jembatan antar desa di Mamasa juga mengalami kerusakan serupa.
Sebelumnya, sebuah jembatan di dekat lokasi kejadian sempat viral di media sosial akibat ambruk, di mana siswa terpaksa bergelantungan di tali jembatan demi mencapai sekolah.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: iNews
























































