NGANJUK, RMNEWS.ID – Nasib pilu dialami seorang anak perempuan di Desa Kemlokolegi, Baron, Nganjuk, Jawa Timur. Bocah berusia 6 tahun, MNH, mengalami trauma mendalam setelah disiksa oleh ibu angkatnya, SN, yang merupakan seorang bidan. Akibatnya, MNH sempat enggan pergi ke sekolah karena takut bertemu dengan SN.
Berdasarkan pengakuan Marmi, tetangga yang hanya berjarak 50 meter dari rumah SN, anak tersebut merasa ketakutan ekstrem.
“Dia bilang tidak mau masuk sekolah, katanya trauma bertemu ibu bidan,” kata Marmi, dilansir dari bisik, Kamis (10/10/2024).
Sebelum diasuh oleh SN, Marmi sudah menganggap MNH sebagai anaknya sendiri, karena telah merawatnya sejak bayi.
Marmi menjelaskan, ketakutan MNH terhadap SN sangat besar, hingga seperti melihat hantu. Namun, berkat usaha Marmi untuk membujuk, akhirnya MNH dapat kembali bersekolah.
“Alhamdulillah, saya bujuk rayu akhirnya mau sekolah lagi. Nak, kalau kamu tidak sekolah nanti tidak punya teman,” ucapnya bersyukur karena MNH mulai pulih dari trauma.
Situasi yang dihadapi MNH semakin memprihatinkan ketika Marmi mendengar informasi mengenai teriakan dan jeritan yang berasal dari rumah SN. Melihat kondisi MNH saat pulang dari rumah bidan dalam keadaan menangis sambil membawa tas, Marmi merasa tidak tega.
“Adik saya pernah lewat dan sering mendengar jeritan serta tangisan dari rumah bu bidan. Ketika suami saya mengecek, MNH terlihat keluar rumah sambil menangis. Semakin parah, ketika saya lihat rambutnya dipenuhi abu,” ujarnya dengan penuh kesedihan.
Kini SN telah dilaporkan polisi atas dugaan penyiksaan tersebut.
Editor: Andika
Sumber: bisik
























































