BANJARNEGARA, RMNEWS.ID – Kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah hingga saat ini masih kosong. Kekosongan posisi tersebut telah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Hal ini mulai menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak.
Banyak yang menantikan musyawarah daerah untuk membentuk pengurus baru, terutama karena beberapa turnamen penting seperti Liga 3 dan Piala Suratin akan segera digelar.
Sejumlah tokoh Banjarnegara muncul sebagai calon yang dinilai layak memimpin PSSI setempat. Di antaranya adalah Anas Hidayat (Ketua DPRD Banjarnegara), Rohman Supriyadi (pemilik Diklat Merden), Sigit Dwi Antoro (pemilik Merden Football Akademi), Kodam (Kepala Desa Kayuares), Nurul Iptak, dan Iputu Dody (mantan Ketua PSSI Banjarnegara).
Menanggapi kekosongan ini, Ketua KONI Kabupaten Banjarnegara, Nurohman Ahong, menyatakan bahwa saat ini masih menunggu waktu tentang kesiapan musyawarah.
“Kita masih menunggu kesiapan di Banjarnegara untuk melaksanakan musyawarah kabupaten (Muskab) terkait pembentukan jajaran kepengurusan PSSI Banjarnegara untuk periode 2024-2028.” ujar Nurohman, dilansir dari Times Indonesia, Sabtu (26/10/2024).
Ahong menekankan pentingnya ketua baru yang memiliki kemampuan lobi anggaran, mengingat besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi seperti Liga 3.
“Untuk olahraga pengembangan sepak bola membutuhkan dana yang tidak sedikit. Contoh saja kalau ingin lolos di Liga 3 membutuhkan dana sekitar 1,5-2 miliar,” jelasnya.
Diketahui bahwa selama ini anggaran PSSI dari KONI sangat terbatas, hanya sekitar 1,5 miliar rupiah yang harus dibagi untuk 42 cabang olahraga di Banjarnegara.
Apalagi sepak bola sudah menjadi olahraga favorit bagi masyarakat disana, terlihat dari sekitar 25 event yang diadakan setiap tahunnya dan selalu ramai penonton meski tiket dijual dengan harga Rp25.000.
“Dengan tiket 25 ribu, penonton membludak, artinya masyarakat Banjarnegara sangat antusias. Tentu ini modal dunia sepak bola Banjarnegara,” ungkap Ahong.
Selain dapat dimanfaatkan PSSI Banjarnegara, hal itu juga turut memberi dampak positif bagi ratusan pedagang kecil yang berjualan selama pertandingan.
Dengan segera dilaksanakannya musyawarah daerah, diharapkan Banjarnegara bisa memiliki kepengurusan PSSI yang solid dan mampu membawa perubahan positif bagi sepak bola daerah ini.
Editor: Andika
Sumber: Times Indonesia
























































