BATAM, RMNEWS.ID – Produsen smartphone dari China, Xiaomi, akan berhenti bergantung pada perusahaan lain untuk chip mobile. Mereka berencana untuk mengembangkan chip mereka sendiri, meniru strategi yang digunakan Google dengan chip Tensor untuk smartphone Pixel.
Saat ini, smartphone Xiaomi menggunakan chip dari Qualcomm dan MediaTek. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Xiaomi telah merencanakan untuk memproduksi chipset mereka sendiri. Menurut sumber yang dapat dipercaya, proses produksi chip ini akan dimulai pada 2025, dan unit smartphone pertama yang menggunakan chip buatan Xiaomi dijadwalkan akan dirilis pada 2025. Ini menandai langkah signifikan bagi Xiaomi dalam meningkatkan independensi dan efisiensi.
Memproduksi chip sendiri diharapkan menguntungkan bisnis kendaraan listrik Xiaomi karena akan mempermudah integrasi ekosistem produk mereka.
Melansir dari bisik, rincian tentang rencana pengembangan chip ini masih terbilang minim. Hal yang pasti adalah bagaimana hubungan yang akan terjadi antara Xiaomi dan Qualcomm setelah peluncuran chip ini. Selama ini, Xiaomi sering menjadi perusahaan pertama yang menggunakan chip terbaru dari Qualcomm. Sebagai contoh, Xiaomi 15 series diluncurkan sebagai smartphone pertama dengan chip Snapdragon 8 Elite pada Oktober 2023.
Pihak Xiaomi hingga kini belum memberikan tanggapan resmi mengenai rencana pengembangan chip ini. Yang jelas, CEO Xiaomi, Lei Jun, telah mengumumkan bahwa perusahaan mereka mempersiapkan investasi senilai 30 miliar yuan untuk penelitian dan pengembangan pada 2025, naik dari 24 miliar yuan pada tahun ini. Fokus utama penelitian mereka ke depan akan meliputi teknologi inti seperti kecerdasan buatan, peningkatan sistem operasi, dan chip.
Sumber dalam industri berspekulasi bahwa chip yang dikembangkan oleh Xiaomi mungkin akan berbasiskan fabrikasi 5 nanometer atau bahkan 3 nanometer yang dirancang oleh SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation). Dengan pengembangan ini, diharapkan chip Xiaomi mampu bersaing dengan para kompetitor, terutama dalam aspek efisiensi daya, daya pemrosesan, dan juga kemampuan kecerdasan buatan.
Sebelumnya, Xiaomi pernah mengembangkan chip yang disebut Surge S1 pada tahun 2021, yang kemudian berhasil diintegrasikan ke dalam smartphone Mi 5C. Meskipun tidak diteruskan dalam pengembangan lanjut, langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi telah memiliki pijakan dalam riset chip.
Belakangan, Xiaomi juga dikabarkan membangun tim khusus teknisi semikonduktor untuk bekerja pada chip anyar yang mereka produksi. Jika laporan ini akurat, perkembangan ini sangat dinantikan dan bisa menjadi titik penting bagi masa depan Xiaomi dalam kompetisi teknologi.
Editor: Andika
Sumber: bisik























































