GORONTALO, RMNEWS.ID – Viral di media sosial peristiwa baku hantam melibatkan dua siswi SMP di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Perkelahian di dalam kelas itu terjadi pada 5 Desember 2024 sekitar pukul 11.00 WITA.
Dinas Pendidikan Kota Gorontalo kini tengah mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini setelah munculnya potongan video yang memperlihatkan bagaimana kedua siswi saling bergulat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, Lukman Kasim, mengakui bahwa peristiwa ini adalah suatu kejadian yang tidak terduga dan meminta maaf atas insiden yang terjadi di sekolah. Menurutnya, tindakan ini berlangsung tanpa sepengetahuan guru dan menunjukkan suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Informasi dihimpun, perkelahian dipicu oleh siswi berinisial LS yang diduga kerap menggangu teman-teman sekelasnya. LS diketahui sering kali menunjukkan perilaku yang agresif, sehingga membuat siswa lainnya merasa takut. Akhirnya, LS mendapati NS, yang berada di kelas berbeda, dan terjadi adu jotos antara mereka, diwarnai oleh saling sindir yang belum dijelaskan detailnya.
“Penyebabnya adalah saling sindir. Setelah dihimpun dari pihak sekolah, LS datang ke kelas 9, yang memang merupakan kelas NS. Di sana terjadilah kejadian saling serang,” ungkap Lukman seperti dilansir dari bisik.
Dinas Pendidikan telah memanggil kedua orang tua dari siswi yang terlibat perkelahian. Langkah ini diambil agar orang tua dapat berdiskusi untuk menemukan solusi mengatasi permasalahan antara kedua anak mereka. Lukman Kasim menegaskan pentingnya mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam video yang beredar, tampak suasana memanas antara kedua siswi. LS yang mengenakan pakaian hitam terlihat menendang dan memukul NS, yang mengenakan seragam sekolah, dalam perkelahian di lantai kelas. Sungguh disayangkan bahwa situasi seperti ini terjadi di lingkungan sekolah, yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar.
Editor: Andika
Sumber: bisik
























































