PEKALONGAN, RMNEWS.ID – Jembatan Jimat yang terletak di Kelurahan Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono ambruk dan membuat lalu lintas antara Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah terputus sejak Senin (20/1/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.
Ambruknya Jembatan Jimat disebabkan karena derasnya aliran air sungai saat hujan deras yang mulai sejak jam 15.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun hal itu sempat menyulitkan jalur untuk evakuasi korban longsor yang menewaskan sedikitnya 16 orang dan beberapa orang luka-luka.
Jembatan ambruk di Pekalongan yang memicu jalan putus di antara Dukuh Jimat dengan Dukuh Setipis itu membuat warga sekitar dan pengguna jalan lainnya terpaksa harus mencari jalur alternatif lain.
“Jembatan ini ambruk sejak Senin (20/1/2025) sekitar jam 19.00 WIB, saat itu sempat hujan deras cukup lama, tidak ada korban jiwa tetapi saya merasa kesulitan melintas karena ini jalur yang biasa dilewati. Pihak pemerintah daerah setempat sudah meninjau,” ujar Suyitno, warga Dukuh Tembelan Kelurahan Kayupuring, dilansir dari Beritasatu.
Akses antara jalan penghubung Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara rawan longsor dan pohon tumbang. Di sebelah kanan dan kirinya adalah jurang dan tidak memiliki pembatas jalan. Pengemudi kendaraan yang belum profesional tidak disarankan melintasi jalur tersebut.
Editor : Adhya
Sumber : Beritasatu
























































