BATAM, RMNEWS.ID – Perburuan buaya yang lepas dari lokasi penangkaran PT JPK di Pulau Bulan terus dilakukan. Tim perburuan saat ini telah berhasil menangkap 38 ekor buaya. Dari jumlah tersebut, sebanyak dua ekor ditemukan dalam kondisi mati akibat kelaparan. Semua buaya yang tertangkap memiliki tanda potongan pada sirip, menandakan bahwa mereka berasal dari penangkaran.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Tommy Steven Sinambela, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan lingkungan sekitar.
“Pencarian akan terus dilakukan hingga ada keputusan lebih lanjut dari tim dan Pemerintah Kota Batam,” ujar Tommy, dikutip dari Batampos, Senin (27/1/2025).
Menurut laporan awal dari PT JPK, terdapat 39 ekor buaya yang lepas dari penangkaran. Namun, meski angka ini menjadi acuan, Tommy menyebutkan bahwa pencarian tidak akan dihentikan sampai semua area dinyatakan aman.
“Kami masih menunggu hasil koordinasi. Selama belum ada instruksi untuk berhenti, pencarian tetap berlanjut,” tambahnya.
Selain di Pulau Bulan, pencarian kini meluas hingga ke pulau-pulau lain di sekitar Batam. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan buaya menyebar ke wilayah lain. Tim gabungan dari BBKSDA, pemerintah setempat, dan masyarakat terus dikerahkan dalam operasi ini.
Editor: Andika
Sumber: Batampos























































