KATINGAN, RMNEWS.ID – Seorang pemuda berinisial W (22) tega menghabisi ayah kandungnya yang telah berusia lanjut bernama Saliansah (80).
Pembunuhan sadis terjadi di Desa Samba Katung, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Minggu malam, 26 Januari 2025, sekitar pukul 21.00 WIB di rumah korban.
Kepala Kepolisian Resor Katingan, Ajun Komisaris Besar Polisi Chandra Ismawanto, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula saat seorang saksi, S, yang merupakan tetangga korban, mendengar keributan dari rumah korban.
S kemudian memberitahukan adanya perkelahian tersebut kepada C, anak kandung korban yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. C, yang merupakan kakak pelaku, berusaha mendatangi rumah korban.
Namun, di tengah jalan, dia bertemu dengan pelaku yang langsung mencoba menganiayanya.
“Saat bertemu C, pelaku (W) langsung menebas ke arah saksi C yang sempat dihindarinya. Saksi C kemudian menyadarkan W bahwa mereka adalah saudara, namun C curiga dan lantas bergegas menuju TKP,” kata Chandra, dilansir dari Tribun, Selasa (28/1/2025).
Setibanya di lokasi, C menemukan ayahnya tergeletak bersimbah darah dengan banyak luka di punggung.
Melihat kejadian tersebut, C segera melapor ke Kantor Polsek Katingan Tengah mengenai pembunuhan yang menimpa ayahnya.
“Kanit Reskrim dan anggota piket langsung menuju TKP, mengamankan lokasi, dan tersangka sempat melarikan diri. Namun, ia berhasil ditangkap setelah bersembunyi di sebuah mushala yang berjarak sekitar 500 meter dari TKP,” tambah Chandra.
Pihak kepolisian berhasil mengamankan satu barang bukti berupa senjata tajam jenis parang dengan panjang sekitar 60 cm.
Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka parah, termasuk 4 luka robek di punggung, 1 luka robek di bahu kanan, 1 luka robek di bahu kiri, serta 17 luka tusuk di dada dan perut.
“Kami telah mendatangi TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, mengamankan barang bukti, membawa korban dari TKP, melakukan Visum et repertum, dan menyiapkan administrasi lidik dan sidik,” jelas Chandra.
Terkait motif pembunuhan, kepolisian masih melakukan pendalaman.
“Masih belum tahu apa motifnya, karena keterangan tersangka berubah-ubah, jadi masih dimintai keterangan,” pungkasnya.
Editor: Andika
Sumber: Tribun
























































