BATAM, RMNEWS.ID – Bea Cukai Batam kembali menggagalkan penyelundupan narkotika berjenis sabu. Barang haram seberat 2.03 kilogram tersebut dibawa oleh MU, 27, pria yang berprofesi sebagai waiters, dan NP, 42, Ibu Rumah Tangga (IRT) asal Karimun.
Sabu ini diselundupkan dengan waktu dan di lokasi yang berbeda. MU menyelundupkan sabu dari Malaysia melalui Pelabuhan International Batam Center pada 27 Januari lalu. Ia membawa 1.530 gram sabu yang dimasukkan ke dalam koper dan disimpan ke lipatan celana jeans.
“Petugas melakukan pemeriksaan terhadap koper yang dibawa MU. Hasilnya, ditemukan barang bawaan berupa selimut, beberapa helai pakaian, serta celana jeans yang diletakkan secara acak dan ukurannya tidak sesuai dengan ukuran yang bersangkutan,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah di Kantor BC Batam, Batuampar, Rabu (5/2/2025), dilansir dari Batampos.
MU mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari pria berinisial BMW yang juga berasal dari Aceh yang menetap di Johor, Malaysia. Ia diupah sebesar 400 Ringgit Malaysia untuk membawa barang haram tersebut.
“Pengakuannya baru pertama kali. Jika barang berhasil diantar, mendapat tambahan Rp 5 juta,” ujar Zaky.
Sedangkan NP menyelundupkan 505 gram sabu melalui Bandara Internasional Hang Nadim dengan barang bukti 505 gram. Sabu tersebut dimasukkan ke dalam koper dan disembunyikan ke dalam tumpukan pakaian.
NP merupakan penumpang pesawat maskapai Citilink dengan rute penerbangan Batam-Surabaya-Balikpapan. Ia diupah sebesar Rp 30 juta untuk sekali pengiriman.
“NP bekerja sebagai kurir sejak tahun 2024 dan telah melakukan enam kali pengiriman ke Jakarta, Balikpapan, Makassar, Kendari dan Lombok melalui Batam,” ucap Zaky.
Diketahui, dalam 2 pekan ini BC Batam menggagalkan 3 penyelundupan sabu dengan modus yang hampir sama, yakni menggunakan koper. Barang bukti yang diamankan mencapai 19 kilogram sabu dengan 8 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.
“Saat ini kami memperkuat jalur resmi. Beberapa waktu ke depan kita perkuat juga selain kapal penumpang, seperti kapal kontainer juga,” tutupnya.
Editor : Adhya
Sumber : Batampos
























































