JAKARTA, RMNEWS.ID – Pesawat Cessna Caravan yang hilang di Alaska, Amerika Serikat (AS), ditemukan jatuh di lautan es, Jumat (7/2/2025) waktu setempat. Kecelakaan itu menewaskan seluruh penumpang di dalamnya, yakni 10 orang termasuk dengan pilot.
Pihak berwenang Alaska menjelaskan bahwa pesawat maskapai Bering Air sedang dalam penerbangan dari Unalakleet menuju Nome pada Kamis (6/2/2025) sore ketika dilaporkan hilang kontak.
Mike Salerno, juru bicara Penjaga Pantai AS, mengatakan tim penyelamat menemukan pesawat dalam kondisi yang sudah hancur saat melakukan pencarian menggunakan helikopter.
Dua penyelamat dikerahkan ke lokasi untuk memeriksa kondisi para korban serta pesawat secara langsung.
Sebuah foto yang dibagikan oleh Penjaga Pantai AS menunjukkan, pesawat hancur dengan puing-puingnya berserakan di atas lautan es. Lokasi kecelakaan adalah laut yang membeku, terhampar sangat luas.
Departemen Keamanan Publik Alaska menyatakan pesawat beroperasi dengan kapasitas penumpang penuh. Bering Air melayani penerbangan perintis, mengantar penumpang untuk mengunjungi wilayah-wilayah terpencil.
David Olson, direktur operasional Bering Air. mengatakan pesawat meninggalkan Unalakleet pada pukul 14.37 waktu setempat. Petugas air traffic control (ATC) hilang kontak dengan pilot kurang dari 1 jam setelah keberangkatan pesawat tersebut. Pesawat hilang sekitar 48 kilometer di sebelah tenggara Nome.
Lokasi kejadian diketahui sedang hujan salju ringan dan berkabut dengan suhu minus 8,3 derajat Celsius.
Data forensik radar Patroli Udara Sipil AS mengindikasikan sekitar pukul 15.18, pesawat mengalami insiden yang menyebabkan terjadi penurunan ketinggian dan kecepatan dengan cepat.
“Kejadian apa itu, saya tidak bisa berspekulasi,” ujar Komandan Penjaga Pantai AS, Benjamin McIntyre-Coble, dilansir dari INews.
Dia belum bisa memastikan apakah pesawat mengirimkan sinyal bahaya atau tidak. Pesawat itu dilengkapi dengan pemancar lokasi darurat. Jika terkena air laut akibat jatuh, perangkat tersebut akan mengirim sinyal ke satelit. Sinyal itu kemudian dikirim kembali ke Penjaga Pantai AS.
Upaya pencarian pesawat melibatkan badan-badan lokal, negara bagian, dan federal. Mereka menyisir hamparan laut dan tundra membeku yang dipenuhi es sejauh puluhan kilometer.
Editor : Adhya
Sumber : INews























































