JAKARTA, RMNEWS.ID – Pengiriman bom MK-84 buatan Amerika Serikat tiba di Israel pada Minggu (16/2/2025).
Kementerian Pertahanan Israel menyebut amunisi seberat 2.000 pon atau 907 kilogram itu dibongkar di Pelabuhan Ashdod pada malam sebelumnya, kemudian diangkut ke pangkalan udara dengan puluhan truk.
Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menyebut kedatangan bom ini sebagai “aset penting bagi Angkatan Udara dan IDF”, sekaligus menegaskan aliansi kuat antara Israel dan AS.
Pengiriman ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mencabut penangguhan yang sebelumnya telah diberlakukan oleh Joe Biden.
“Kami melepaskannya hari ini. Mereka membayarnya dan sudah menunggu lama,” kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One, Sabtu (24/1/2025), dilansir dari Kumparan.
Biden menunda pengiriman ini pada Mei 2024 karena kekhawatiran dirinya terhadap dampaknya ke warga sipil di gaza, terutama di Rafah.
Namun, Trump menepis alasan tersebut. Ketika ditanya mengapa ia mencabut penangguhan, ia menjawab singkat, “Karena mereka membelinya.” jelasnya.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 76 ribu ton peralatan militer telah dikirim ke Israel.
Data Kementerian Pertahanan Israel menunjukkan bantuan ini datang melalui 678 pesawat angkut dan 129 kapal, sebagian bantuan tersebut berasal dari AS.
Editor : Adhya
Sumber : Kumparan
























































