BATAM, RMNEWS.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Batam terus berinovasi dalam pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu program terbaru yang sedang mereka upayakan adalah untuk memberikan kesempatan bagi WBP untuk mengikuti perkuliahan jarak jauh.
Kepala Lapas Batam, Yugo Indra Wicaksi, menyebut pihaknya telah memulai inisiatif ini dengan menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) bersama dengan Universitas Terbuka.
Menurut Yugo, program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan ilmu pengetahuan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti. “Kita upayakan agar program ini bisa berjalan dengan baik. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka dapat melanjutkan pendidikan atau bekerja dengan memanfaatkan ilmu yang mereka peroleh selama menjalani masa pembinaan,” jelasnya.
Yugo menegaskan bahwa program kuliah ini ditujukan bagi warga binaan yang berminat dan berkomitmen untuk belajar. Lapas Batam melihat banyak potensi di antara mereka yang perlu dikembangkan agar bisa lebih siap bersaing di dunia kerja atau bahkan memulai usaha sendiri setelah bebas.
Selain kuliah jarak jauh, Lapas Batam juga menawarkan kursus bahasa Jepang bagi warga binaan. Program ini dijalankan bekerja sama dengan lembaga pendidikan terkait, dengan tujuan memberikan keterampilan tambahan yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat. Warga binaan yang tertarik akan mendapatkan fasilitas pendidikan dan pelatihan yang memadai untuk mempelajari atau memperdalam bahasa Jepang.
Program pembelajaran ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang menjadi tujuan utama di Lapas Batam. Selain pendidikan formal dan kursus bahasa, Lapas Batam juga telah menjalankan berbagai program keterampilan lainnya, seperti pertanian, peternakan, memasak, menjahit, hingga pelatihan montir kendaraan bermotor.
untuk kedepannya, pihak lapas juga berencana untuk menggandeng pihak luar dalam membuka bengkel perbaikan kendaraan di dalam lapas. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak manfaat, baik bagi warga binaan yang ingin mengasah keterampilan mereka, maupun bagi masyarakat yang membutuhkan jasa bengkel dengan layanan lebih cepat.
“Kalau bengkel di luar biasanya antre lama, bahkan mobil harus menginap. Di sini, mungkin akan lebih cepat karena kita memiliki banyak warga binaan yang sudah memiliki keterampilan di bidang otomotif,” ujar Yugo.
Menurutnya, semua potensi positif yang dimiliki oleh warga binaan harus terus dibina dan ditingkatkan. Dengan pembinaan yang baik, mereka dapat mandiri dan memiliki bekal keterampilan yang cukup untuk kembali menjalani kehidupan di masyarakat dengan lebih baik.
Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Batam mendekati angka seribu orang. Dengan jumlah yang cukup besar ini, program-program pembinaan menjadi sangat penting agar mereka tidak kembali terjerumus ke dalam tindakan kriminal setelah bebas.
Dengan adanya program kuliah dan berbagai pelatihan keterampilan lainnya, Lapas Batam berharap bahwa hal ini dapat memberikan harapan baru bagi warga binaan. “Kami ingin mereka keluar dari sini dengan bekal yang cukup, baik dari segi pendidikan maupun keterampilan, sehingga mereka bisa hidup mandiri dan lebih produktif di tengah masyarakat,”pumgkas Yugo.
Editor : Adhya
Sumber : Batampos
























































