BATAM, RMNEWS.ID – Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD) merupakan momen penting yang diperingati setiap tanggal 8 Maret setiap tahunnya. Tujuannya yakni untuk meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender.
Dikutip dari laman UN Women, Hari Perempuan Internasional merupakan momen refleksi atas perjuangan kaum perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan hak dan kesempatan di berbagai bidang kehidupan. Peringatan ini juga sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk mencapai kesetaraan gender masih membutuhkan komitmen dan tindakan dari semua pihak.
Untuk mengenal peringatan ini lebih jauh, berikut selengkapnya sejarah Hari Perempuan Internasional, beserta tema, dan cara merayakannya.
Sejarah Hari Perempuan Internasional
Dikutip dari laman National Today, hak perempuan mulai diperjuangkan oleh seorang aktivis politik dan pendukung hak-hak perempuan, Susan B Anthony pada Amandemen ke-14. Ia memperjuangkan agar semua warga negara Amerika mendapatkan kewarganegaraan, termasuk hak pilih.
Amandemen ke-14 disahkan pada 1968, namun hak pilih mereka tetap tidak terjamin. Pada 1969, Susan bersama Elizabeth Cady mendirikan National Woman Suffrage Association (NWSA) untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.
Pada awal tahun 1900-an, perempuan mengalami ketidaksetaraan upah, kurangnya hak pilih, dan bekerja secara berlebihan. Dilansir dari laman International Women’s Day, penindasan dan ketidaksetaraan yang dialami perempuan saat itu mendorong mereka menjadi lebih vokal dan aktif dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.
Kemudian, pada tahun 1908, 15 ribu perempuan berbaris di Kota New York untuk menuntut jam kerja yang lebih pendek, gaji yang lebih baik, dan juga diberikan hak pilih. Pada 1909, berdasarkan deklarasi Partai Sosialis Amerika, Hari Perempuan Nasional pertama kali diperingati pada 28 Februari. Hari ini dirayakan pada hari Minggu terakhir bulan Februari hingga tahun 1913.
Pada tahun 1910, seorang pejuang hak pilih perempuan asal Jerman dan pemimpin di Kantor Perempuan, Clara Zetkin mengajukan gagasan tentang Hari Perempuan Internasional. Gagasan tersebut disampaikan dalam Konferensi Perempuan Internasional yang diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark.
Clara Zetkin mengusulkan agar Hari Perempuan dirayakan pada hari yang sama di setiap negara. Konferensi yang dihadiri lebih dari 100 perempuan dari 17 negara, menyetujui usulan Zetkin dan dengan demikian lahirlah Hari Perempuan Internasional.
Hari Perempuan Internasional diperingati untuk pertama kalinya di Austria, Denmark, Jerman, dan Swiss pada tanggal 19 Maret 1911. Lebih dari satu juta perempuan dan laki-laki menghadiri rapat umum Hari Perempuan Internasional yang mengkampanyekan hak-hak perempuan dan mengakhiri diskriminasi.
Adapun di belahan dunia lainnya, Hari Perempuan Internasional pertama kali diperingati oleh perempuan Rusia pada 23 Februari 1913, hari Minggu terakhir pada bulan Februari berdasarkan kalender Julian. Kemudian, berdasarkan kalender Gregorian, Hari Perempuan Internasional disepakati untuk diperingati setiap tahunnya pada tanggal 8 Maret.
Pada 1975, Hari Perempuan Internasional diperingati pertama kalinya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selanjutnya, PBB mengumumkan tema tahunan pertamanya pada 1996 yaitu “Merayakan Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan” yang diikuti pada tahun 1997 dengan tema “Perempuan di Meja Perdamaian”, pada tahun 1998 dengan “Perempuan dan Hak Asasi Manusia”, pada tahun 1999 dengan “Dunia Bebas dari Kekerasan terhadap Perempuan”, dan seterusnya setiap tahun.
Tema Hari Perempuan Internasional 2025
Kembali melansir situs UN Women, PBB merilis tema resmi setiap tahunnya dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, termasuk tahun 2025 ini. Tahun ini, PBB menetapkan tema Hari Perempuan Internasional yakni “For ALL women and girls: Rights, Equality, Empowerment”.
Tema tersebut memiliki arti “Untuk SEMUA perempuan dan anak perempuan: Hak, Kesetaraan, Pemberdayaan”. Tema ini mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk bersama mewujudkan hak, kesetaraan, dan kesempatan yang sama bagi setiap orang.
Cara Merayakan Hari Perempuan Internasional
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk turut merayakan Hari Perempuan Internasional. Berikut beberapa cara untuk merayakan Hari Perempuan Internasional sesuai dengan seruan PBB untuk mengambil tindakan pada 3 bidang Utama, yakni:
1. Memajukan Hak-hak Perempuan dan Anak Perempuan
Berjuang tanpa henti untuk mencapai Hak Asasi Manusia (HAM) sepenuhnya bagi perempuan dan anak perempuan. Upaya ini dilakukan dengan menentang segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.
2. Mempromosikan Kesetaraan Gender
Mengatasi hambatan sistemik, seperti kebijakan dan prosedur yang tidak adil dan dapat menghambat partisipasi perempuan. Kemudian, hilangkan patriarki dan ketidakadilan yang mengakar.
Penting bagi perempuan dan anak perempuan yan terpinggirkan untuk memberikan suara. Termasuk generasi muda, agar terciptanya inklusivitas dan pemberdayaan.
3. Dorong Pemberdayaan
Struktur kekuasaan perlu diubah dengan memastikan perempuan memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, pekerjaan, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan. Penting untuk memprioritaskan kesempatan bagi perempuan dan anak perempuan muda untuk memimpin dan berinovasi.
Editor: Andika
Sumber: Detik
























































