BATAM, RMNEWS.ID- Sebuah video memperlihatkan momen haru yang diduga karyawan PT Gudang Garam menjadi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat para karyawan mengenakan seragam merah dan biru bertuliskan PT Gudang Garam mendapat PHK Massal. Mereka dikumpulkan dalam satu aula.
Setelah diputuskan diberhentikan kerja, para karyawan langsung melakukan pamitan. Terlihat beberapa karyawan menangis dan berpelukan karena harus berpisah dengan rekan kerjanya.
Belum diketahui secara pasti kapan video tersebut diunggah untuk pertama kali. Namun tagar Gudang Garam baru menggema di media sosial pada Sabtu (6/9/2025). Video haru PHK Massal PT Gudang Garam itu pun banyak tersebar di TikTok dan X hingga membuat warganet berkomentar.
Netizen kemudian menyoroti janji terbukanya 19 juta lapangan kerja yang pernah dijanjikan oleh pemerintah.
Seorang netizen X Bernama @yusuf_dumdum berkomentar mengenai video PHK Massal PT Gudang Garam.
“Sedih juga melihat PHK massal pegawai PT Gudang Garam. Dunia kerja sedang tidak baik-baik saja. Sejatinya di balik mereka yang di PHK ada keluarga, anak dan istri. Semoga ada solusi terbaik dari pemerintah. Apa kabar 19 juta lapangan kerja?” tulisnya.
“Saat kampanye menjanjikan 19 juta lapangan pekerjaan, tapi ternyata yang kalian hadiahkan PHK besar-besaran,” tulis akun lain.
Ada juga netizen yang berkomentar, “janji wapres 19 juta lapangan pekerjaan, tapi yang terjadi PHK di mana-mana,”.
Adapun janji terbukanya 19 juta lapangan kerja sempat dipaparkan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada debat cawapres jelang Pilpres 2024.
Saat itu Gibran mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan hirilisasi di bidang pertanian, perikanan, digital dan lain-lain.
Kemudian pihaknya juga akan melakukan pengawalan terhadap ekonomi kreatif dan UMKM.
“Jika empat langkah tadi bisa kita penuhi, inshaAllah bisa terbuka 19 juta lapangan pekerjaan,” kata Gibran saat itu.
Sebelumnya pada Januari 2024, Gibran juga optimistis hilirisasi digital bisa membuka 19 juta lapangan pekerjaan dalam waktu 5 tahun ke depan.
Menurutnya, hilirisasi digital membutuhkan tenaga anak muda yang ahli di bidang teknologi dan informasi.
Gibran juga optimistis jika hilirisasi digital bisa berjalan dengan baik, maka ada 19 juta lapangan kerja yang siap diisi oleh generasi milenial, generasi z, dan kaum disabilitas dalam waktu 5 tahun ke depan.
“Inilah manfaat hilirisasi digital, ini adalah peluang yang luar biasa. Khususnya untuk semua anak muda,” tuturnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (27/1/2024).**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: iNews
























































