JAKARTA, RMNEWS.ID- Berbicara soal rute penerbangan terpanjang di dunia, kita tentu tahu saat ini rekor tersebut dipegang oleh maskapai penerbangan asal Singapura yakni Singapur Airlines.
Ya, maskapai asal Negeri Singa memiliki rute penerbangan terpanjang di dunia dengan rute New York, Amerika Serikat menuju Singapura dengan waktu tempuh sekitar 18 jam 40 menit.
Namun, rekor tersebut tampaknya akan tergantikan dengan rute penerbangan baru yang bakal dibuka oleh maskapai asal China yakni China Eastern Airlines.
Dilansi dari Republika, maskapai penerbangan tersebut akan meluncurkan penerbangan terpanjang di dunia yang menghubungkan Shanghai, Tiongkok dengan Buenos Aires, Argentina.
Rute penerbangan yang akan diluncurkan pada 4 Desember 2025 ini menempuh jarak sekitar 19.670 kilometer (km) dengan durasi penerbangan hampir 29 jam, termasuk transit singkat di Auckland, Selandia Baru.
Meski ada pemberhentian, penumpang tidak perlu berganti pesawat sehingga tetap dikategorikan sebagai penerbangan langsung.
Saat ini, penerbangan terpanjang dipegang Singapore Airlines dengan rute Singapura-New York berdurasi sekitar 16-18 jam. Namun, layanan baru ini akan melampaui semua catatan dengan waktu tempuh hampir dua kali lipat.
Dari Shanghai ke Buenos Aires, perjalanan diperkirakan memakan waktu 26 jam dengan jeda 2,5 jam di Auckland. Sementara rute sebaliknya bisa mencapai 29 jam penuh.
Harga tiket satu kali jalan diperkirakan mulai dari 1.280 poundsterling (Rp 25 juta) untuk rute Shanghai-Buenos Aires dan untuk rute sebaliknya dihargai sekitar 1.400 poundsterling (Rp 27,5 juta).
Pesawat yang digunakan kemungkinan adalah Boeing 777-300ER, tipe long-range yang dirancang untuk penerbangan ultra-jauh.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Republika
























































