BANJARNEGARA, RMNEWS.ID- Pencarian korban bencana longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali dimaksimalkan pada Rabu (19/11/2025).
Tujuh alat berat serta sejumlah anjing pelacak dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian.
BPBD Banjarnegara menyampaikan bahwa kondisi tanah di lokasi kini mulai stabil, sehingga tim gabungan dapat bekerja lebih intensif. Namun hingga saat ini, masih ada 26 warga yang dinyatakan hilang.
Para korban diduga tertimbun material longsor ketika mencoba menyelamatkan diri melalui jalur perkebunan.
Saat itu, tanah masih dalam kondisi bergerak dan sangat labil, sehingga jalur pelarian justru berubah menjadi area yang berbahaya.
Material longsor meluncur hingga sejauh satu kilometer, menerjang area terdampak yang diperkirakan mencapai 10 hektare.
Sebanyak 300 personel dari berbagai unsur—SAR, TNI, Polri, BPBD, BNPB, dan relawan—terus melakukan penyisiran di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi terjebaknya para korban.
Sebelumnya, proses pencarian sempat tertunda karena kondisi tanah belum stabil dan berisiko memicu longsor susulan. Setelah adanya perbaikan kondisi, tim kembali bergerak dengan pengawasan ketat terhadap potensi pergerakan tanah.
Meski pencarian telah dimaksimalkan, tanah di lokasi masih berpotensi bergerak sewaktu-waktu.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar daerah rawan longsor agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi, kecuali untuk tim yang sedang melakukan evakuasi.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Suara Merdeka























































