LANGKAT, RMNNEWS.ID- Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak korban banjir di Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura, saat meninjau pendistribusian bantuan sosial pada Kamis, 04 Desember 2025.
Senyum ceria anak-anak yang mulai kembali pulih setelah banjir surut menjadi momen humanis di tengah upaya berkelanjutan Polres Langkat membantu warga terdampak.
Kunjungan tersebut berlangsung di Pelabuhan Desa Tapak Kuda, yang menjadi titik transit sebelum bantuan logistik disalurkan ke Dusun Pematang Sentang, Desa Pantai Cermin—wilayah yang hingga kini masih terendam banjir.
Melihat anak-anak berkumpul di sekitar lokasi, AKBP David langsung menyapa dan berinteraksi hangat dengan mereka.
“Anak-anak adalah pusat harapan kita. Setelah bencana, memulihkan rasa aman dan mengembalikan senyum mereka menjadi bagian penting dari tugas kemanusiaan kami,” ujar Kapolres.
Ia menegaskan bahwa Polres Langkat tidak hanya fokus pada evakuasi dan pembagian logistik, tetapi juga memberi perhatian pada kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak.
Sebelumnya, bantuan sosial berupa sembako diberangkatkan dari Mapolres Langkat menuju Pelabuhan Batang Buluh, Kecamatan Secanggang. Dari sana, logistik diangkut menggunakan tiga kapal laut menuju Pelabuhan Desa Tapak Kuda.
Sesampainya di pelabuhan, bantuan dipindahkan ke dua kendaraan darat—dump truck dan mobil pick-up L300—untuk diteruskan ke Dusun Pematang Sentang, yang masih terisolasi banjir.
Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Polres Langkat, Pemerintah Kabupaten Langkat, unsur TNI, serta relawan yang terus bergerak di garis depan membantu masyarakat.
AKBP David menegaskan bahwa tantangan medan tidak akan menghentikan pihaknya dalam menyalurkan bantuan.
“Selama masih ada warga yang membutuhkan, kami akan mencari jalan. Baik melalui air, darat, bahkan rute alternatif lainnya. Tidak ada tantangan yang lebih besar dari kemanusiaan,” tegasnya.
Pertemuan spontan Kapolres dengan anak-anak Desa Tapak Kuda menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu rasa aman masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Kehadiran aparat, kata AKBP David, harus mampu memberikan ketenangan dan harapan.
Sementara itu, perjalanan logistik menuju wilayah yang masih terisolasi menunjukkan komitmen Polres Langkat dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta bantuan tanpa batas bagi warga terdampak.
Dengan langkah humanis dan operasi yang terukur, Polres Langkat kembali menegaskan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pelindung dan sahabat masyarakat—terutama saat bencana melanda.**
Redaktur: Gusti Rangga
Laporan: JR Siahaan RMNEWS.ID Langkat
![]()























































