SUMBA BARAT, RMNEWS.ID— Kebakaran hebat melanda Kampung Waru Wora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (5/12/2025) sore.
Peristiwa tersebut menghanguskan 28 rumah adat dan membuat 139 warga terdampak.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra mengatakan kebakaran itu menghancurkan 26 rumah adat secara total, sementara dua lainnya mengalami kerusakan sebagian.
“Kebakaran dahsyat tersebut mengakibatkan 26 rumah hangus total dan dua rumah terbakar sebagian,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025), dikutip dari Fajar Timur.
Meski kerusakan material tergolong besar, Henry memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Ratusan warga kini kehilangan tempat tinggal dan sedang ditangani oleh pihak berwenang.
Menurut Henry, kebakaran bermula ketika sejumlah warga datang ke kampung untuk mengambil kayu sebagai bahan pembuatan kandang babi. Saat itu, mereka melihat kobaran api di bagian belakang atap rumah milik Marsel Yeru.
Menyadari api cepat membesar, warga berteriak meminta bantuan sambil berusaha memadamkan api secara manual.
Mereka bahkan menaiki atap dan menurunkan alang-alang yang terbakar. Namun, material rumah adat yang mudah terbakar membuat api cepat merambat.
“Dalam hitungan menit saja kobaran api merambat ke rumah-rumah lain yang berdekatan hingga para warga tidak mampu lagi mengendalikannya,” kata Henry.
Kampung Adat Waru Wora dikenal sebagai kawasan budaya penting yang menyimpan sejarah dan tradisi masyarakat Lamboya. Di area ini terdapat 36 rumah adat berbentuk menara, beratap ilalang, berdinding kayu dan bambu.
Kondisi material tradisional tersebut membuat api lebih mudah menyebar dari satu rumah ke rumah lainnya.
Petugas gabungan bersama warga dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Tiga mobil tangki air dikerahkan ke lokasi, dan setelah upaya intensif, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 Wita.
“Hingga malam itu petugas dan masyarakat masih melakukan pendinginan untuk mencegah api kembali menyala. Sampai saat ini sudah aman,” jelas Henry.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Fajar Timur
























































