ACEH SELATAN, RMNEWS.ID- Bupati Aceh Selatan, Mirwan, dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait keberangkatannya ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah umrah pada saat wilayahnya masih dilanda banjir.
Pemeriksaan tersebut dilakukan menyusul sorotan publik yang muncul setelah perjalanan Mirwan dianggap tidak tepat waktu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, tim Itjen Kemendagri akan memeriksa Mirwan di Kantor Inspektorat Provinsi Aceh pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.
“Iya benar, hari ini Bupati Aceh Selatan diperiksa oleh Tim Itjen Kemendagri. Terkait tempat dan jadwal pemeriksaan bersifat tentatif,” ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, dikutip dari iNews.
MTA menambahkan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap bupati, tetapi juga sejumlah pihak lain yang dinilai berkaitan dengan polemik tersebut.
“Tim Itjen sudah berada di Aceh sejak kemarin, terkait perkembangan terbaru nanti akan kami sampaikan segera,” katanya.
Keberangkatan Mirwan ke Arab Saudi menjadi isu viral di media sosial setelah publik mengetahui bahwa Aceh Selatan masih dalam kondisi tanggap darurat banjir dan longsor.
Sorotan semakin menguat karena Mirwan sebelumnya telah menandatangani Surat Pernyataan Ketidaksanggupan penanganan darurat pada 27 November 2025.
Selain itu, Mirwan dan istrinya disebut berangkat tanpa izin dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang seharusnya memberikan persetujuan terkait perjalanan dinas kepala daerah.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkab Aceh Selatan, Denny Herry Safputra, membantah bahwa Mirwan pergi di tengah situasi banjir yang masih berlangsung.
Ia menegaskan keberangkatan dilakukan setelah kondisi daerah dianggap sudah stabil.
“Tentunya setelah melihat situasi dan kondisi wilayah Aceh Selatan umumnya yang sudah stabil, terutama debit air yang sudah surut di permukiman warga pada wilayah Bakongan Raya dan Trumon Raya,” ujar Denny, Jumat (5/12/2025).
Denny juga menyebut bahwa sebelum berangkat, sang bupati telah turun langsung ke lokasi terdampak untuk meninjau kondisi warga dan menyalurkan bantuan.
“Bupati turun langsung dengan mengantarkan logistik ke wilayah terdampak dan memastikan masyarakat mendapatkan perhatian. Narasi bahwa Bupati meninggalkan rakyatnya saat bencana tidak tepat,” tegasnya.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: iNews























































