ASAHAN, RMNEWS.ID- Seorang nelayan bernama Heriyadi Wahyu Zulpana, warga Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diduga menjadi korban peluru nyasar yang bersarang di lengan kanannya saat melintas di perairan Desa Asahan Mati pada Minggu (7/12/2025).
Peristiwa itu terjadi ketika Heriyadi tengah mengantar hasil tangkapan laut menggunakan sampan. Tanpa terdengar suara letusan, ia tiba-tiba merasakan sakit hebat di lengan dan mendapati darah mengalir cukup banyak.
“Abang saya menaiki sampan untuk menjual ikan. Tiba-tiba dia melihat tangannya berdarah dan terasa sangat sakit,” ujar adiknya, Andry Panjaitan, saat ditemui di RS Wira Husada Kisaran, Senin (8/12/2025) dikutip dari Tribun.
Keluarga kemudian membawa Heriyadi ke rumah sakit. Hasil foto rontgen menunjukkan adanya benda asing yang mirip proyektil menancap di lengan kanan korban. Beruntung benda tersebut tidak mengenai tulang.
Korban yang panik mulanya sempat berniat mencabut benda itu, namun menahan diri karena rasa sakit yang semakin kuat.
Masalah makin pelik setelah keluarga didatangi sejumlah orang yang mengaku sebagai petugas. Mereka menawarkan uang Rp5 juta tanpa penjelasan tujuan.
“Kami takut karena ada orang datang mengaku petugas, lalu menawarkan uang Rp5 juta. Kami tidak tahu maksudnya apa, jadi kami tolak,” kata Andry.
Keluarga merasa khawatir dengan kedatangan orang-orang tak dikenal tersebut, apalagi kondisi Heriyadi belum jelas apakah benar menjadi korban peluru nyasar atau terkena benda lain.
Untuk memastikan jenis benda asing tersebut, keluarga memutuskan membawa Heriyadi ke Medan guna menjalani operasi pengangkatan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan peluru nyasar maupun identitas orang yang menawarkan uang kepada keluarga korban.
Keluarga berharap kepolisian segera mengusut insiden ini secara transparan, termasuk motif dan pihak di balik pemberian uang misterius tersebut.**
Redaktur: Gusti Rangga
Sumber: Tribun
























































