BATAM, RMNEWS.ID-Tampaknya meski masih berantakan pembangunan Kantor KUA Batu Ampar buru buru mau ditempati terkesan dijadikan modus untuk mengelabui publik akibat gencarnya sorotan media terkait jeleknya mutu dan molornya penyelesaian proyek pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam
Padahal seperti diungkap media ini pembangunan gedung kantor KUA Batu Ampar masih bermasalah terutama mutu proyek yang diduga kuat menyimpang dari ketentuan alias tidak sesuai spesifikan tender.
Bahkan meski kondisi proyek itu masih berantakan karena pengerjaan proyek itu belum siap seratus persen tapi pihak penanggung jawab proyek buru buru mau menyerahkan bangunan itu untuk ditempati.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, proyek fisik pembangunan gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri. Dari informasi yang diperoleh media ini, dari awal tender proyek tersebut kabarnya sudah bermasalah.

Sejumlah perabotan kantor Sopa dan meja kerja sudah dimasukan. (Foto/Jasniwati).
Berdasarkan data diperoleh media ini dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Agama (Kemenag) RI, sebelumnya proyek gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) Batu Ampar tersebut tercatat telah ditender.
Dimana dalam data LPSE dengan kode tender 10037747000 selesai ditender 25 Mei 2025 dengan pagu anggaran Rp 1.460.000.000 sabagai pemenang tender CV Tiara Utama Ratna, yang beralamat di Komp Didis Permai, Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas, Kalimantan Barat. Namun perusahaan tersebut kabarnya kabur tidak mengerjakan proyek itu hingga selesai.
Masih dalam data LPSE itu juga, tercatat proyek milik Kantor Wilayah (Kanwil) provinsi Kepulauan Riau, kembali ditender dengan kode tender 10070869000 selesai ditender pada 12 Agustus 2025 dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.340.000.000 sumber dana dari APBN tahun 2025 sebagai pemenang tender CV Bengkel Kreasindo Kepri.

Ruangan masih berantakan di lantai bawah namun peralatan kantor buru buru dimasukan. (Foto/Jasniwati).
Pantauan media ini di lokasi Senin (12/1/2026), proyek pembangunan Kantor KUA Batu Ampar yang sudah dalam proses finishing tersebut terlihat disana sini pekerjaannya masih berantakan dan banyak belum siap, kuat dugaan proyek itu tidak sesuai spesifikasi sesuai tender.
Sebagai contoh pekerjaan asal siap, seperti pengecatan dinding warna putih tampak tidak sempurna karena tembok yang baru saja di plaster tanpa dipoles pakai dempul langsung dicat sehingga kelihatan bergelombang dan kualitas cat yang dipakai juga berkualitas murah.
Selain itu, pekerjaan pemasangan kramik lantai dasar maupun lantai dua juga dikerjakan asal aslan, dan terlihat bergelombang, ketika diketuk lantainya berbunyi dan tidak padat, itu tidak lain karena kekurangan semen adukan. Yang lebih parah lagi daun pintu yang dibuan pakai baja ringan menggunakan bahan berkualitas rendahan.
Belum lagi, keliling kantor baik sisi belakang, samping kiri kanan dan depan masih berantakan, belum disemen, pendingin ruangan atau AC belum semuanya terpasang, begitu juga air bersih.

Ruangan bawah masih berantakan belum selesai saratus persen. (Foto/Jasniwati).
Jhoni salah seorang pekerja proyek itu, ketika ditemui Senin (12/1/2026), mengatakan ia dan pekerja lainnya bekerja siang dan malam untuk mengejar waktu sepaya selesai,” Kerjaan ini kami kerja siang dan malam untuk mengejar waktu penyelesaian, kemungkinan satu minggu ini sudah siap, karena sudah mau ditempati, barang dan alat kantor juga sudah dimasukan,” ujar Jhoni.
Senada juga dengan cerita Rizal, salah seorang pekerja pengecatan dinding di lantai dua. Rizal asal Tembilahan ini mengaku bekerja buru buru.” Karena mau ditempati, jadi kami ngejar waktu, ya kalau kerja buru buru hasil nya juga kurang bagus, mengecatnya juga terpaksa berulang-ulang supaya tebal sehingga tidak berbayang temboknya,”kara Rizal.

Sejumlah pintu yang terpasang di lantai dasar menggunakan bahan berkualitas murahan. (Foto/Jasniwati).
Sebelumnya proyek ini juga tidak memiliki papan plang proyek, namun setelah disorot oleh media ini, baru beberapa hari ini papan plang dipasang. Dugaan penyimpangan dan tidak sesuai spesifikasi dalam pekerjaan proyek tersebut, tidak hanya terjadi terhadap mutu pekerjaan.
Namun bahan matrial yang digunakan seperti campuran semen untuk plaster dinding dan pengikat batu juga diduga lebih banyak pasir dari pada semen.
Yunus selaku PPK yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenenag) Provinsi Kepulauan Riau, ketika di konfirmasi Senin (12/01/2026) malam, mengakui bahwa pekerjaan proyek tersebut sudah molor. Namun pihaknya sudah melakukan perpanjangan waktu atau adendum kontrak, karena kontraktor berjanji akan menyelesaikan proyek itu hingga selesai.

Sejumlah pintu yang terpasang di lantai atas menggunakan bahan berkualitas murahan. (Foto/Jasniwati).
“Menurut kontraktornya tiga hari ini proyek itu sudah selesai, karena sudah mau ditempati barang barang juga sudah datang, namun kalau pekerjaannya tidak sesuaI spesifikasi nanti kan ada pengawasnya, “Kalau proyek itu belum selesai semuanya masih ada waktu perawatan,” ujar Yunus.
Yunus menambahkan, seharusnya tadi kami janji bertemu dengan pengawasnya, tapi tak jadi. Menurut Yunus, sebelum dikerjakan proyek itu sudah ada RAB nya, “Jadi kalau matrial yang dipasang tidak sesuai spek, kan itu ada RAB,”ungkap Yunus.
Informasi yang diterima media ini dari sumber, bahwa Yunus selaku PPK atau penanggungjawab disebut sebut telah dipanggil oleh Polda Kepri, Rabu (14/01/2026),” Ia saya ketemu dengan pak Yunus di Polda kabarnya dia diperiksa terkait proyek pembangunan kantor KUA Batu Ampar,”kata sumber itu.***
Redaksi : Mawardi.























































