BINTAN, RMNEWS.ID-Meski PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mengoptimalkan sistem penjualan tiket melalui online daring sebagai langkah utama untuk memberantas praktik percaloan yang masih ditemukan di wilayah pelabuhan.
Namun praktik percaloan tiket kapal yang merugikan calon penumpang di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban, Kabupaten Bintan masih marak.
Banyak masyarakat yang membawa kenderaan mobil ingin berangkat ke Batam menggunakan jasa kapal Roro mengeluh kesulitan untuk mendapatkan tiket karena tak bisa mengupload pembelian tiket melalui online.
Kondisi ini dimanfaatkan oknum calo tiket menawarkan tiket siap berangkat dengan harga Rp 500 ribu rupiah. Padahal harga tiket jika dibeli melalui online hanya Rp 311 ribu rupiah.
Oknum calo di Pelabuhan Tanjung Uban tanpak merajalela melakukan aksinya. Sebagai telangkai yang menawarkan jasa pembelian tiket melalui jasa calo kepada masyarakat yang membawa kenderaan di pelabuhan Tanjung Uban, diketahui oknum Sekuriti berinisial Z, sementara yang bertindak diduga sebagai calo berinisial HS.
Oknum calo berinisial HS ini tiap hari terlihat berkeliaran di sekitar pelabuhan, menawarkan tiket tanpa melalui daring kepada pengguna jasa kapal Roro yang membawa kenderaan mobil atau motor.
Pantauan awak media ini di Pelabuhan Roro Tanjung Uban, Sabtu (25/7/2026), tiap harinya pengguna jasa kapal Roro di Pelabuhan Tanjung Uban cukup ramai, setiap keberangkatan sedikitnya belasan kenderaan mobil roda dua, roda empat maupun truk menyemberang menuju Batam menggunakan kapal Roro.
Sehingga kondisi ini yang dimanfaatkan oknum calo untuk menawarkan tiket keberangkatan tanpa melalui pembelian dengan online***
(rm/red).
























































