BANDUNG, RMNEWS.ID – Jasad dua remaja pasangan kekasih, Handi (18) dan Salsabilla (14) korban tabrakan di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat hilang, Rabu (8/12) sore.
Lebih dari sepekan kemudian, mayat dua sejoli itu di temukan di aliran sungai Serayu, Banyumas, Jawa Tengah. Sebagai informasi dari lokasi kecelakaan yakni Jalan Nasional III, Nagreg, ke titik temuan mayat berjarak setidaknya 200 kilometer atau empat jam perjalanan berkendara mobil. Kini mayat keduanya telah di pindahkan ke kampung halaman untuk di makamkan. Sementara itu, pihak keluarga berharap polisi memburu dan menangkap pelaku.
Kejadian bermula saat sepeda motor yang di tumpangi Handi dan Salsa di tabrak sebuah mobil di Jalan Nasional III, Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12), pukul 15.20 WIB. Handi dan Salsa pun terkapar di jalan. Saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) kala itu mengatakan pelaku turun dari mobil”setidaknya tiga orang dan mengevakuasi korban ke dalam mobil.”
Deden Sutisna (41), paman Salsabila, mendesak polisi bergerak cepat mengusut kasus ini.
“Harapan saya untuk pihak kepolisian dari Polsek sampai Polres dan Polda, saya atas nama keluarga wanita mohon dengan sangat untuk mengejar dan mendapatkan si pelaku.
Keluarga berharap pelaku di hukum berat lantaran bertindak keji kepada Salsa.
“(Pelaku) Dihukum dengan setimpal yang dia perbuat,” ucap Deden.
Entes Hidayatullah, ayah Handi mengatakan, pihaknya sangat berharap agar pihak kepolisian segera menangkap para pelaku. Kasus tersebut, saat ini diketahui ditangani oleh Polresta Bandung. Pihak keluarga juga dikabarkan sudah membuat laporan.
“Dari keluarga, kami mohon dengan sangat kepada bapak petugas kepolisian. Saya dengan sangat memohon dapatkan itu orangnya,” kata Entes.
Korban Tabrakan di Nagreg
Saat hari kejadian, menurut penuturan saksi berinisial S (25), tubuh Handi terlihat berada di depan ban mobil. Sementara Salsa, terpantau berada di kolong mobil dengan luka di kepala.
“Kalau yang laki-laki, setahu saya enggak ada luka di luar. Tapi tidak tahu di dalamnya. Secara kasat mata, saat itu saya lihat tidak ada luka,” ujar S, Minggu.
Salah satu di antara penumpang berbaju hitam, dikatakan S, terdengar memberi instruksi kepada rekannya yang lain. Seingat S, pria tersebut sempat mengucapkan sejumlah kata.
“Katanya ‘ayo cepat. Maju…maju mobil cepat’ katanya,” ujar S menirukan pria tersebut.
“‘Bawa…bawa. Masukin….masukin ke dalam mobil,”’ katanya.
Dua korban itu kemudian dibawa pengendara mobil misterius yang terlibat kecelakaan tersebut dari lokasi menuju arah Limbangan, Garut. Menurut keterangan saksi, pemobil hendak membawa korban ke rumah sakit. Namun, kenyataannya saat dicari pihak keluarga kala itu baik Handi maupun Salsa tak ditemukan di rumah sakit mana pun yang terdekat.
Berdasarkan penuturan saksi, mobil berwarna hitam itu berisi tiga pria. Hingga saat ini sosok penabrak dan pembuang Handi-Salsa masih menjadi misteri.
S bercerita, tiga pria itu langsung turun dari mobil setelah terlibat tabrakan dengan Handi dan Salsa. Menurut S, dua pria di antaranya menggunakan pakaian hitam sedangkan satu lainnya memakai baju putih.
“Perawakannya tegap. Mereka bicara bahasa Indonesia. Sepertinya logatnya Jawa atau apa saya kurang tahu. Enggak kedengaran seperti orang Sunda gitu,” tutur S.
Identitas ketiganya hingga saat ini masih misterius. Namun, wajah mereka sempat terekam kamera amatir warga yang merekam saat kejadian itu berlangsung.
Makam mayat laki-laki yang di temukan di Sungai Serayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kini telah dipindahkan keluarga ke kampung halamannya di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Banyumas Komisaris Polisi Berry.
Identitas Mayat Laki-laki dan Perempuan yang di Temukan di Aliran Sungai Serayu
“Tim dari Polresta Bandung beserta orangtua dari seorang pria yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Nagreg, Kabupaten Bandung, datang ke Satreskrim Polresta Banyumas pada hari Jumat (17/12) pukul 22.00 WIB,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Dia menerangkan kedatangan mereka untuk mengecek foto-foto dan barang-barang mayat laki-laki yang di temukan di aliran Sungai Serayu, Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Sabtu (11/12).
Dalam hal ini, kata dia, mayat laki-laki tersebut di makamkan di pekamaman Desa Banjarparakan setelah autopsi pada hari Senin (13/12).
“Setelah penyidik menunjukkan foto gigi, pakaian, dan barang-barang yang di kenakan korban, ayah korban kecelakaan, yakni Pak Etes meyakini mayat yang di temukan di Sungai Serayu merupakan anaknya, HS (18),” katanya.
Oleh karena itu, kata dia, tim penyidik dari Polresta Bandung bersama keluarga korban pada hari Sabtu (18/12) mendatangi lokasi pemakaman.
Dia menerangkan keluarga korban akhirnya memutuskan untuk memindahkan makam ke kampung halamannya, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.
Pemindahan pada hari Sabtu pukul 15.00 WIB yang di awali dengan pembongkaran makam dan penyerahan jenazah kepada pihak penyidik Polresta Bandung dan keluarga korban.
Selanjutnya, kata Kompol Berry, jenazah tersebut di bawa ke rumah duka di Kabupaten Garut dengan menggunakan ambulans.
Informasi yang di himpun, setelah mengikuti pembongkaran makam dan penyerahan jenazah kepada keluarga korban, tim penyidik Polresta Bandung langsung menuju Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, guna melakukan identifikasi terhadap sesosok mayat perempuan yang di temukan di muara Sungai Serayu pada 11 Desember 2021.
Mayat perempuan tanpa identitas yang saat ini telah di makamkan di Adipala itu di duga merupakan rekan korban HS yang turut dalam kecelakaan lalu lintas di Nagrek, Kabupaten Bandung.
Sebelumnya di beritakan, sepasang laki-laki dan perempuan di laporkan hilang setelah menjadi korban tabrak lari di jalan antara Garut dan Bandung di Kabupaten Bandung pada tanggal 8 Desember 2021. Kedua korban di laporkan hilang setelah kecelakaan tersebut.(Rm/Net)
























































