BATAM, RMNEWS.ID-Kerusuhan antara masyarakat Rempang-Galang dengan petugas Tim Terpadu Kota Batam mengakibatkan sedikitnya sepuluh siswa SMPN 22 Batam, Galang dan seorang guru dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, akibat kena gas air mata dalam insiden tersebut, Kamis (7/9/23) siang.
Setiba di RSUD Embung Fatimah Batam, sepuluh siswa dan guru wanita tersebut langsung menjalani penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah ditangani tim medis, akhirnya kesepuluh siswa kembali pulih.
Melda, Guru SMPN 22 Galang terbaring lemas dan harus memasang selang bantuan pernapasan di ruangan IGD. Melda mengalami sesak napas karena memang memiliki riwayat penyakit asma. “Sesak panas,” kata petugas di ruangan IGD.
Wiwin, guru lain yang menemani Melda dan para siswa di IGD menuturkan, kerusuhan terjadi saat siswa baru saja masuk dari jam istirahat.
Diakui dia, belum sempat memulai pelajaran, tiba-tiba ada massa warga yang berlari masuk ke lingkungan sekolah dan diikuti dengan tembakan gas air mata.
“Sontak, kami pun langsung berhamburan, ada yang mengamankan sejumlah murid, ada juga murid langsung melompat jendela. Artinya, carut-marut lah saat kejadian itu,” ceritanya.
Setelah situasi sedikit mereda, para guru mencoba mengumpulkan kembali siswa tapi hanya sebagian yang terlihat. Sebagian lagi tak tahu lagi kemana.
“Setelah situasi sedikit mereda, kami pun mencoba mengumpulkan siswa, tapi sebagian yang terlihat, sebagian lagi tak tahu kemana,” katanya.
Ditempat terpisah, Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, dr Raden Roro Sri Widjayanti Suryandari membenarkan penanganan siswa dan guru yang jadi korban tembakan gas air mata di kerusuhan dengan rencana pengukuran lahan.
“Jadi, anak-anak sudah ditangani dengan baik. Tak ada yang harus rawat inap. Hanya ibu guru yang masih kita tangani karena gangguan pernapasan, ” ujar Sri singkat.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan menuturkan, kalau kondisi kesehatan siswa yang terkena gas air mata sudah kembali membaik. Bahkan, penanganan para siswa dan guru ini sepenuhnya jadi tanggung jawab Pemko Batam. (**)
Redaksi M. Ikhsan
























































