BATAM, RMNEWS.ID-Memasuki tahun politik terutama pada pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu), Pimilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Bupati/Walikota (Pilpub) dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Serentak pada tahun 2024, tampaknya banyak kepala daerah Walikota/Bupati dan Gubernur yang diduga mempolitisasi berbagai program bantuan dari pemerintah untuk kepentingan politik.
Terutama, kepala daerah berstatus sebagai petahana yang akan maju di pilkada maupun Pilgub serentak yang akan digelar pada Nopember 2024 mendatang. Berdasarkan data yang diperoleh media ini, di Provinsi Kepri, ada 5 Bupati, 2 Walikota dan Gubernur yang masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2024 mendatang. Oleh karena itu, penyaluran berbagai bantuan pemerintah baik yang berasal dari anggaran APBD maupun APBN tersebut menjadi sorotan publik karena rawan terjadinya penyimpangan dan dimanfaatkan untuk kepentingan politik guna meraih dukungan masyarkat.
Di Provinsi Kepri Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, yang sudah menyatakan akan maju dalam Pilgub Kepri 2024, dalam beberapa bulan ini sangat rajin turun gunung diberbagai tempat di Kota Batam, dan menyerahkan langsung berbagai bantuan pemerintah tersebut kepada masyarakat. Disatu sisi memang warga yang menerima bantuan dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad tersebut merasa senang dan terbantu. Namun disisi lain banyak juga warga yang mengatakan bahwa bantuan pemerintah tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan mencari dukungan masyarakat dalam Pilgub Kepri mendatang.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan bantuan beras di Kabupaten Karimun. (Foto/Dok).
Data yang dihimpun media ini dari berbagai sumber mengungkap, pada bulan Oktober 2023, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, telah beberapa kali turun gunung menyalurkan bantuan pemerintah kepada masyarakat. Dimana penyaluran bantuan beras sebanyak 7.280 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad bersama Pj. Wali Kota Tanjungpinang, Hasan, S.Sos, di Kelurahan Batu IX, Kelurahan Air Raja dan Kelurahan Pinang Kencana.
Selain itu, bantuan Pangan Pemerintah Tahap-II kepada masyarakat Kabupaten Karimun. Beras Bantuan Pangan Pemerintah Tahap-II merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan melalui Perum Bulog, Kamis (12/10/2023). Dimana batuan tersebut disalurkan kepada 535 keluarga penerima manfaat (KPM) sebanyak 10 kg beras tiap bulannya selama tiga bulan dari bulan September sampai November 2023.
Penyerahan bantuan pangan Cadangan Beras Pemerintah (CPP) tahap II di Batu Besar, Nongsa, Kota Batam, Sabtu (14/10/2023). Bantuan program pemerintah pusat yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dan pemulihan ekonomi langsung diserahkan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Sebanyak 2.111.520 Kg beras bantuan tersebut diserahkan kepada 70.384 KK Penerima Manfaat (KPM) se-Provinsi Kepulauan Riau. Per KPM mendapat 10 Kg per bulan selama 3 bulan dimulai dari bulan September sampai dengan November 2023. Sementara itu, KPM yang terbanyak adalah Kota Batam, kurang lebih 32.533 KK. Terbaru penyerahan bantuan program sektor kelautan dan perikanan ke Kota Batam, bertempat di Barelang Seafood Restoran Jembatan 1 Kota Batam, Selasa (24/10/2023).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan bantuan hibah pembangunan rumah di Kelurahan Setokok senilai Rp 150,5 juta. Juga bantuan budidaya rumput laut untuk 100 KK rumah tangga perikanan (RTP), dengan total bantuan yang diberikan sebanyak 11,5 ton bibit rumput laut. Bantuan pembudidaya di Pulau Sugi Besar sebanyak 5,5 ton diberikan untuk 6 kelompok pembudidaya, dan 6 ton untuk 2 kelompok pembudidaya di Pulau Geranting.
Di Pulau Sugi Besar sendiri ada kurang lebih 5 hektare lokasi eksisting pengembangan budidaya rumput laut, dan 7,5 hektare di Pulau Geranting. Namun, potensi pengembangan budidaya rumput laut baik di dua pulau tersebut masih bisa dikembangkan di Pulau Sugi Besar dan Pulau Geranting hingga 82 hektare.
Selain itu Gubernur Ansar juga memberikan bantuan kawat bubu 34 kg sebanyak 50 gulung sebesar Rp 91,8 juta dan juga bantuan 7 boat pancung kayu bermesin 40 PK senilai Rp 637,5 juta. Kemudian bantuan optimalisasi peningkatan tambak pokdakan udang vamane senilai Rp 537,8 juta untuk 10 KK RTP penerima di Kelurahan Teluk Lengung Kabil. Bantuan pembangunan dari sektor perikanan dan kelautan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri di Kota Batam dengan nilai anggaran mencapai Rp 1,5 miliar tersebut.***
Redaksi : Mawardi.
























































