KARIMUN, RMNEWS.ID-Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) kelas IIB Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) Surya Kusuma seorang pemimpin yang humanis dan berdisiplin tinggi.
Hal tersebut sangatlah tepat disandangnya, sebab seorang pemimpin, orang yang mengetahui jalan, lalu melewati jalan tersebut dan selanjutnya menunjukkan jalan itu untuk orang lain.
Surya Kusuma memiliki dedikasi tinggi dan keuletannya, sejak bertugas di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, pada posisi jabatan Kepala Pengamanan Rutan (KPR), merupakan unit divisi kerja pelaksana dalam menajemen Rutan yang memiliki tugas utama menjaga keseluruhan keamanan dan tata tertib Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun.
“Setiap orang hakikatnya diciptakan sebagai pemimpin. Namun, untuk bisa menjadi pemimpin orang lain, bukan perkara mudah,” ujar Surya, Kamis (30/11/2023).
Ketika menjadi seorang pemimpin, maka pola pikirnya pun otomatis akan berubah, lebih logis dan selalu mengedepankan apa yang dirasakan orang lain dibandingkan dirinya sendiri, sebutnya.
Lanjutnya, rutinitas di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, terasa menyenangkan apabila kita melakukannya dengan baik serta bertanggungjawab, sehingga mampu membentuk seorang yang lebih disiplin.
“Dengan melakukan urusan administrasi keamanan dan ketertiban Rutan hingga urusan teknis keamanan menyangkut keamanan gedung, instalasi vital dan lingkungan Rutan,” terang jebolan alumni Akademi Ilmu Pemasyarakatan tahun 2017 ini.
Pria yang pernah bertugas di Lapas Narkotika Sawahlunto tahun 2018 ini menambahkan, pihaknya memiliki program kinerja, dalam hal ini tentunya kemananan dan ketertiban Rutan.
“Diantaranya berupa razia yang rutin dilaksanakan secara berkala pada kamar hunian, lingkungan Rutan, kontrol keliling, bersinergi dengan APH yang ada di Karimun,” bebernya.
Tokoh yang menjadi inspirasi dan panutan sosok kedua orang tua ini pun mengakui, berkat kedua orang tuanya tersebut mampu membawa kesuksesan menjadi sekarang.
“Berkat do’a dan dukungan dari kedua orang tua saya, Alhamdulillah bisa menggapai cita-cita hingga sekarang ini,” ucap pria yang juga pernah berdinas di Lapas Kelas I Batu Nusakambangan Cilacap, pada tahun 2018 hingga 2020.
Pihaknya pun akan berkomitmen dan konsisten untuk selalu bersinergi bersama dengan stakeholder terkait lainnya.
“Mampu menjalin silahturahmi dan saling menjaga komunikasi, serta harus disiplin tinggi, sederhana, pekerja ulet, pantang menyerah dan humanis,” sebut pria yang juga pernah berdinas di Lapas Batam tahun 2020 hingga 2021 ini.**
iks























































