BATAM, RMNEWS.ID-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sekupang Batam, mengutamakan pelayanan terhadap pesertanya pada saat pelaksanaan mengklaim ataupun mendaftarkan peserta dengan tujuan supaya peserta menjadi lebih nyaman dan puas.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sekupang Batam Seto Tjahjono mengatakan, pihaknya bekerja dengan mengutamakan nilai budaya BPJAMSOSTEK.
“Kesuksesan dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) BPJAMSOSTEK Batam Sekupang telah menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik sesuai misi dan visi serta menerapkan nilai budaya dalam bekerja yaitu Iman, Ekselen, Teladan, Harmoni, Integritas, Kepedulian dan Antusias serta selalu memberikan pelayanan prima yang terbaik,” ujar Seto, Selasa (5/12/2023).
Ia juga berharap, kepada pelanggan dapat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan Sekupang Batam tidak hanya hari ini melainkan hari demi hari.
Untuk diketahui bahwa BPJS Ketenagakerjaan Sekupang Batam sepanjang tahun 2023 dari tanggal 1 Januari sampai 24 November 2023 lalu telah membayarkan klaim sebanyak 32.710 kasus dengan total uang sebanyak Rp 343,190 Miliar dan 226 orang orang penerima beasiswa dengan total Rp 1,2 miliar.
Dari angka itu terjadi kenaikan baik dari jumlah kasus dan total nominal yang dibayarkan dari tahun sebelumnya.
“Di tahun 2022 total klaim yang telah dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan Sekupang Batam mencapai 22.766 kasus dengan nominal pembayaran sebesar Rp 249,44 Miliar, jumlah tersebut meningkat di tahun 2023, ujar Seto.
Untuk jumlah nominal klaim yang dibayarkan naik sebesar 38%, sedangkan untuk jumlah kasus juga terjadi kenaikan sebesar 44% dari tahun sebelumnya, sebutnya lagi.
Dari jumlah yang telah dibayarkan tersebut, Seto merincikan jumlah klaim terbesar berasal dari program Jaminan Hari Tua (JHT) sebanyak 23.929 kasus dengan rincian nominal pembayaran mencapai Rp 280,686 miliar.
Selanjutnya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) ada 7.753 kasus dengan pembayaran sebesar Rp47,7 milar.
Sedangkan untuk Jaminan Kematian (JKM) 329 kasus nominal pembayaran Rp9,8 miliar dan Jaminan Pensiun (JP) berjumlah 425 kasus nominal pembayaran Rp4,4 miliar serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) berjumlah 274 kasus dengan pembayaran 480 juta rupian.
Seto mengatakan, walaupun jumlah Klaim terus meningkat, pihaknya juga memastikan ketahanan dana BPJAMSOSTEK tetap aman.
“Kami memastikan ketahanan dana program JHT, JKK, JKM, JP, dan JKP yang dikelola BPJAMSOSTEK masih sangat cukup untuk menopang manfaat-manfaat program jaminan sosial yang kami kelola ini”.
Selayaknya institusi jaminan sosial lainnya, guna memastikan pembayaran klaim lancar, BPJAMSOTEK menginvestasikan dana iuran peserta yang dikelolanya, dan sebagai informasi per 31 Oktober 2023 Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebesar Rp686,87 triliun atau tumbuh 9,43% dari posisi dana di akhir tahun 2022 atau mencapai 95,79% dari target tahun ini. Sedangkan hasil investasi yang didapat senilai Rp39,30 triliun, setara dengan YOI 7,15% per tahun.
“BPJS Ketenagakerjaan terus berkomitmen mengelola dana amanah peserta secara profesional dan menjunjung tinggi integritas, pekerja dapat bekerja keras bebas cemas, ini wujud negara hadir untuk memastikan seluruh pekerja terlindungi dari risiko kerja dan berujung pada pekerja Indonesia yang sejahtera,” tutup Seto.**
Ikhsan
























































