JAKARTA, RMNEWS.ID-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jakarta mengusulkan sejumlah nama ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk diusung sebagai calon gubernur Jakarta di Pilkada 2024. Dikutip dari CNN Indonesia, DPD PDIP Jakarta usulkan 10 nama yang diajukan. Salah satunya adalah Anies Baswedan. Nantinya DPP yang memutuskan siapa yang diberi tiket calon gubernur Jakarta.
Nama lain yang diajukan yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Anies Baswedan, Andika Perkasa serta Prasetyo Edi Marsudi hingga Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Djafar Badjeber. Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Anies Baswedan, Andika Perkasa serta Prasetyo Edi Marsudi hingga Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta Djafar Badjeber.
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jakarta mengusulkan sejumlah nama ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk diusung sebagai calon gubernur Jakarta di Pilkada 2024. Ada 10 nama yang diajukan. Salah satunya adalah Anies Baswedan. Nantinya DPP yang memutuskan siapa yang diberi tiket calon gubernur Jakarta.
Nama lain yang diajukan yaitu,”Djafar Badjeber dari Hanura. Dari (17/6). kader PDI Perjuangan ada Pak Rasyidi. Kemudian ada nama-nama lain yang tidak saya ingat karena tidak begitu populer,” kata Sekretaris PDIP Jakarta Pantas Nainggolan.
Mantan rival Anies di Pilkada 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak mau berspekulasi soal peluang Anies akan dipilih Mega. Menurut dia, PDIP adalah partai demokratis sehingga akan menampung semua aspirasi kader di akar rumput.”PDIP partai yang demokratis, pasti menampung dan meneruskan ke DPP apa yang ada di akar rumput,” kata Ahok kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (15/6/2024).
Mantan capres PDIP, Ganjar Pranowo juga turut berkomentar. Mantan lawan Anies di Pilpres 2024 itu mengatakan proses pemilihan masih dilakukan.
Dia mengatakan usulan Anies untuk diusung sebagai calon gubernur Jakarta adalah bentuk keterbukaan oleh partainya. Namun, dia berharap tidak dipaksakan jika memang tidak cocok.
“Itu yang mesti diobrolkan, gitu. Mesti diobrolkan, dan mudah-mudahan ya bisa bernegosiasi. Tapi seandainya tidak cocok menurut saya juga tidak harus dipaksakan,” kata Ganjar ditemui usai melaksanakan salat Iduladha di dekat kediamannya, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY, Senin (17/6/2024).*
(rm/cnn)























































