BATAM, RMNEWS.ID- PT. Pertamina (Persero) selaku produsen Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat aturan yang semestinya dipahami semua orang, salah satunya selalu mematikan mesin saat pengisian BBM di SPBU.
Risiko kebakaran selalu ada di SPBU jadi lebih baik potensinya dikurangi untuk keselamatan.
Mengutip CNN, BBM merupakan bahan yang rentan menimbulkan api, proses pemindahannya dari dispenser SPBU ke tangki kendaraan merupakan momen krusial yang mesti dijaga. Api bisa muncul dari situasi tak terduga seperti perilaku pengunjung SPBU yang main ponsel, merokok atau membawa barang mudah panas.
Sumber panas lainnya adalah mesin kendaraan itu sendiri, sistem kelistrikan yang bocor, busi atau pengapian mesin dan lainnya yang berkaitan kerja mesin. Mematikan mesin kendaraan berarti memangkas risiko ini.
Apabila mesin kendaraan menyala berarti sistem kelistrikan kendaraan aktif, hal ini bisa memicu listrik statis yang menimbulkan percikan api.
Selain itu panas mesin atau sistem knalpot juga dapat menimbulkan api, misalnya saat berdekatan barang mudah terbakar seperti kertas, ranting atau daun kering. Bila menyulut uap BBM atau sisa yang tercecer berisiko timbul api membesar.
Saat mesin kendaraan dimatikan, contohnya pada mobil penumpang, memang bakal menyebabkan AC mati yang bisa membuat penumpang merasa tak nyaman.
Pengemudi sebaiknya menjelaskan tentang hal ini lantaran keselamatan lebih penting dari kenyamanan.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: CNN























































