SLEMAN, RMNEWS.ID- Dalam beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Merapi terbilang cukup tinggi.
Terpantau pada pagi ini, Senin (15/7/2024) Gunung Merapi kembali mengeluarkan guguran lava dengan jarak guguran sejauh 2.000 meter.
Gunung api yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, pada hari sebelumnya, Minggu (14/7/2024), juga mengeluarkan 28 kali guguran lava dengan arah luncuran menuju Kali Bebeng.
“Teramati 14 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter,” kata Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam keterangan resminya, Senin (15/7/2024). Mengutip Beritasatu.
BPPTKG menginformasikan, berdasarkan pengamatan pada Senin pukul 00.00 – 06.00 WIB, visual gunung terlihat jelas. Cuaca cerah dan berawan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara berkisar antara 11-16 derajat Celcius, kelembaban udara 42-72%, dan tekanan udara 836.8-918.6 mmHg.
BPPTKG menyatakan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol sejauh 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” lanjut BPPTKG.
BPPTKG menghimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat juga diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
BPPTKG menambahkan bahwa jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Beritasatu























































