TULANG BAWANG, RMNEWS.ID- Maraknya proyek tanpa plang nama pekerjaan di Tulang Bawang menjadi pertanyaan beberapa warga. Seperti pada proyek pekerjaan jaringan irigasi rawa di Sungai Luar, Kecamatan Menggala Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.
Salah satu warga mengatakan, bahwa pekerjaan tersebut sudah hampir dua bulan, namun tidak ada plang nama pekerjaan yang terpasang.
“Kalau tidak salah pekerjaan itu kurang lebih dua bulan di kerjakan, akan tetapi saya tidak pernah melihat adanya plang nama pekerjaan yang terpasang di sekitar pekerjaan yang saat ini sedang dikerjakan” ucap salah satu warga yang namanya tidak mau disebutkan kepada wartawan RMNEWS.ID, Sabtu, 20 Juli 2024.
“Kami warga ini tidak tau siapa yang mengerjakan dan nama PT yang mengerjakan juga kami tidak tau, yang jadi masalahnya bagaimana kami warga bisa tau, dari mana pekerjaan tersebut. Juga berapa anggaran untuk pekerjaan pencucian Kanal yang ada di kampung kami ini” katanya.
“Anggaran nya berapa, ukuran lebar dan kedalamannya pun juga Kami tidak tau, karena sampai hari ini tidak ada penjelasan seperti plang nama pekerjaan tersebut, kami warga tau karena ada mobil tengki BBM masuk, saya tanya pada kawan katanya ada minyak solar untuk alat berat yang akan mengerjakan pengali Kanal yang sudah dangkal,” tambahnya.
Ditempat berbeda, salah seorang warga lain juga memberikan respon terkait proyek tersebut.
“Saya tidak tau persis bang soal pekerjaan itu, karena pekerjaan itu dari pertama sampai saat ini tidak pernah memasang plang nama pekerjaan di tempat lokasi pekerjaan tersebut” ucap warga lain.
“Seharusnya pihak kontraktor atau pihak rekanan memasang plang nama pekerjaan, agar warga masyarakat bisa mengetahui pekerjaan itu dari mana, ukuran lebar dalam dan panjang berapa, serta di anggarkan berapa, kami juga sebagai warga masyarakat berhak tau jika itu memakai anggaran dari uang negara,” tuturnya.
Lebih lanjut dirinya berkata, “saya lihat pekerjaan itu kurang bagus bang, karena saat ini, pada galian kanal itu sudah ada yang kelihatan tanah berarti kurang dalam pada kanal induk, masya iya tanah dasarnya sudah kelihatan, seperti tidak rata , dan galian itu tidak lurus seperti ular jalan bengkok-bengkok, kalau yang terjangkau mata umum benar bang itu dalam, tapi yang jauh dari jangkauan mata umum, itu buktinya sudah kelihatan tanah dasarnya lagi,” jelasnya.
“Tapi semua itu kami tidak paham, karena yang tau semuanya adalah pihak kontraktor, dan konsultannya, yang pasti yang kami lihat seperti itu, Anggaran itu milyaran pasti bang, karena ini sudah hampir dua bulan, kalau uang itu dari kas negara yang dibantukan untuk pencucian Kanal ini di sungai luar ini, berarti kami berhak tau berapa anggaranya dan seperti apa pekerjaannya, termasuk ukurannya,” kata warga kepada wartawan RMNEWS.ID.
Diketahui, beberapa hari yang lalu PJ. Bupati Tulang Bawang sempat meninjau pekerjaan tersebut, akan tetapi plang nama proyek itu tetap tidak terpasang di lokasi pekerjaan. Warga mengeluhkan dinas terkait yang lalai dalam mengawasi pekerjaan tersebut, sehingga plang nama pekerjaan tidak dipasang.
“Sekelas Bupati saja seperti itu, apa lagi Kami cuma warga masyarakat lemah, wajar Kami tidak dianggap pihak kontraktor yang punya pekerjaan tersebut, ” ungkap salah seorang warga.
Diduga, pihak kontraktor atau rekanan pekerjaan Jaringan Irigasi Rawa Sungai Luar atau yang disebut pencucian Kanal, tidak memasang Plang Nama Pekerjaan itu dianggap telah menyalahi Aturan UU KIP No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), juga melanggar Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang Dan Jasa
Tidak terpasangnya plang nama pekerjaan itu diduga permainan dari pihak kontraktor agar bisa mencari keuntungan lebih, diantaranya dengan cara mengurangi volume ukuran proyek itu .
Warga berharap, pihak dinas terkait agar kiranya dapat memberikan teguran yang keras kepada pihak kontraktor yang tidak menaati aturan dan melanggar UU KIP No 14 Tahun 2008.
Karena setiap pekerjaan Visik seperti pembangunan yang dikerjakan menggunakan uang negara, wajib memasang papan plang nama pekerjaan, agar masyarakat mengetahui kegunaan uang negara yang sudah di kucurkan.
Oleh karena itu kepada pihak terkait khususnya dinas PU Kabupaten Tulang Bawang agar dapat lebih tegas dalam memberikan teguran pada pihak rekanan yang nakal seperti itu.
Editor: Gusti Rangga
Laporan : Masderik Wartawan RMNEWS.ID Kab. Tulang Bawang























































