BANDUNG, RMNEWS.ID- Sosiolog Universitas Padjajaran (Unpad), Yusar Muljadi menyebut kinerja Satgas Pemberantasan Judi Online patut diapresiasi. Sebab menurutnya, satgas telah melakukan banyak hal sebagai upaya memberantas judi online.
“Kita perlu mengapresiasi kinerja Satgas Pemberantasan Judi Online yang sudah melakukan langkah-langkah seperti pemblokiran situs-situs judi online, pembekuan rekening, penindakan jual beli rekening, atau wacana pembatasan pembelian pulsa atau top up di minimarket,” kata Yusar, mengutip Liputan6, Jumat 9 Agustus 2024.
Yusar mengatakan, terkait masih banyaknya warga masyarakat yang masih bermain judi online, itu soal lain.
Menurutnya, akan sulit mengubah kebiasaan bermain judi online yang sudah berjalan bertahun-tahun dengan tindakan instan.
“Terlebih jika mengacu pada data dari Kemkominfo bahwa pemain judi online tersebut banyak berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah, saya kira prioritasnya adalah meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat terlebih dahulu,” tutur Yusar.
Tak hanya itu, Yusar juga mengapresiasi kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) yang memblokir VPN gratis. Menurutnya, hal tersebut adalah langkah preventif untuk mencegah masyarakat bermain judi online.
Yusar menilai, tindakan tersebut akan berimbas pada segolongan masyarakat yang tidak melakukan judi online namun membutuhkan VPN gratis. Kelompok non penjudi online yang terimbas pemblokiran VPN gratis akan bereaksi.
“Secara normatif tindakan pencegahan perilaku judi online seperti mengedukasi, meningkatkan akhlak, atau berbuat hal yang positif memang masih bisa simultan dilakukan. Memblokir VPN gratis merupakan tindakan preventif nyata untuk mencegah perilaku judi online,” pungkasnya.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Liputan6























































