BALI, RMNEWS.ID- Warga di Jalan Gurita IV Nomor 6, Kelurahan Sesetan, Denpasar, Bali, digegerkan dengan kabar tewasnya mantan Bupati Jembrana,Ida Bagus Ardana dan istri di dalam rumahnya, Kamis 8 Agustus 2024 sekira pukul 18.15 WITA.
Kepala Lingkungan Karya Dharma Kelurahan Sesetan, Putu Gede Igar Bramandita mengatakan, mantan Bupati Jembrana itu tewas bersama dengan istri di kediamannya.
“Saya ditelepon pukul 18.35 Wita kalau ada yang meninggal. Namanya Ida Bagus Ardana dan istrinya. Informasinya, (Ardana) mantan bupati Jembrana,” kata Kepala Lingkungan Karya Dharma Kelurahan Sesetan, Putu Gede Igar Bramandita, dikutip dari Detik, Jumat (9/8/2024).
Igar menjelaskan, menantu dari korban sempat mendatangi lokasi kejadian sebelum Ardana dan istrinya dikabarkan meninggal dunia.
Berdasarkan penuturan dari menantu korban, dirinya hanya dapat masuk ke teras karena pintu rumah terkunci dari dalam.
Saat itu, menantu korban mencium bau busuk dari dalam rumah mantan Bupati Jembrana itu dan menelepon Igar untuk meminta bantuan.
Mendapat kabar tersebut, Igar lalu menelepon polisi, petugas medis hingga pecalang.
“Lalu saya telepon polisi, Babinsa, petugas medis, dan pecalang juga. Awalnya, menantunya sempat masuk (di teras rumah), tetapi nggak masuk ke rumah. Terus, keluar lagi karena bau busuk,” papar Igar.
Igar menyebut, sekitar 29 menit kemudian, polisi dan petugas datang. Polisi mendobrak pintu dan masuk ke rumah.
Saat berada di dalam rumah korban, Igar mengaku curiga. Menurutnya, kondisi rumah korban kotor, seperti sudah berhari-hari tidak dibersihkan.
Selain itu, kata Igar, kondisi rumah juga gelap. Semua lampu rumah dalam keadaan mati, kecuali lampu di tembok pagar.
“Setahu saya, sudah tiga hari terkunci rumahnya. Kondisinya kotor, pagar digembok, pintu terkunci,” ucapnya.
Polisi dan petugas medis sedang memeriksa kondisi korban di lokasi kejadian. Terlihat juga beberapa keluarga korban yang datang dan masuk ke lokasi kejadian.
Hingga kini polisi masih mendalami penyebab kematian mantan Bupati jembrana dan istrinya tersebut.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Detik























































