ACEH, RMNEWS.ID- Jepang dikabarkan menyumbang US$25 juta atau Rp 387,75 miliar agar Indonesia bisa membangun pabrik blue ammonia di Aceh.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, bantuan Jepang itu dalam bentuk grant alias hibah.
Sumbangan ini sebagai bentuk kerja sama dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).
“Salah satu (pabrik) blue ammonia pertama yang akan dibangun di Kawasan PT Pupuk Iskandar Muda atau Special Economic Zone Aceh (Kawasan Ekonomi Khusus/KEK) yang diharapkan bisa membuat the first blue ammonia,” jelasnya usai The 2nd Asia Zero Emission Community Ministerial Meeting di Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2024), dikutip dari CNN.
“Untuk blue ammonia di Pupuk Iskandar Muda ini, Pemerintah Jepang akan memberikan bantuan antara US$25 juta dalam bentuk grant,” lanjutnya.
Airlangga menjelaskan, pihaknya juga menyampaikan usul sejumlah proyek lain dalam pertemuan menteri se-Asia tersebut. Ini termasuk carbon capture utilization and storage (CCUS).
Mantan Ketum Golkar itu menyebut, AZEC tidak hanya fokus di Indonesia.
Secara total, ada 78 proyek di Asia yang dibahas dalam kelompok ini.
“Pendanaannya kita minta supaya multiple pendanaan, jadi salah satu untuk ekspor kredit di Japan Bank of International Cooperation (JBIC) bisa,” ucap Airlangga.
“Kita minta multiple financing juga. Selain itu, commercial bank, investment bank, ataupun multiple financing tersedia,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Blue ammonia adalah amonia yang diproses melalui tahapan carbon capture storage (CCS) saat produksi H2, sehingga lebih ramah lingkungan, mudah ditransportasikan, dan bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar powerplant atau sektor transportasi.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: CNN























































