MEDAN, RMNEWS.ID- Sejumlah spanduk bertuliskan ‘Lawan Raja Yang Zholim’ sempat berumunculan dan menghebohkan warga Medan.
Salah satu spanduk bertuliskan ‘Lawan Raja Yang Zholim’ bertengger di Jalan SM Raja Medan dan di kawasan Istana Maimun.
Tak hanya itu, spanduk bertuliskan ‘Kami Menolak Untuk Tidak Bersuara’ juga terpasang di Jalan Amaliun Medan.
Namun, beberapa spanduk di Medan seperti di Jalan SM Raja Medan ini diketahui sudah dicabut dan tak terpasang lagi.
Kepala Satpol PP Kota Medan, Rakhmat Adi Syahputra Harahap mengaku tidak tahu menahu terkait pencabutan spanduk tersebut.
“Belum tahu tentang spanduk itu, kita saat ini berpusat di DPRS Sumut tentang demo yang ada di kantor DPRD Sumut,” ucap Rakhmat, dikutip dari Detik, Senin (26/8/2024).
Istilah Raja Jawa tersebut pertama kali disampaikan oleh Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia saat Munas Partai Golkar, Rabu (21/8/2024).
Potongan video saat Bahlil menyampaikan hal ini pun ramai dibagikan di media sosial dan membuat heboh jagat maya.
Pada vidio tersebut, Bahlil mewanti-wanti para kader agar tak bermain-main dengan Raja Jawa itu.
“Soalnya, Raja Jawa ini, kalau kita main-main, celaka kita. Saya mau kasih tahu aja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh, ini ngeri-ngeri sedap barang ini, saya kasih tahu,” tutur Bahlil.
Namun, Bahlil tak menjelaskan siapa sosok yang dimaksud itu.
“Sudah, waduh ini, dan sudah banyak. Sudah lihat kan barang ini kan, ya tidak perlu saya ungkapkan lah,” pungkasnya.
Editor: Gusti Rangga
Sumber: Detik























































