JAKARTA, RMNEWS.ID – Sudah menjadi hal umum hampir orang pasti pernah memiliki trauma dari kejadian yang pernah dialami sebelumnya. Kecepatan pemulihannya pun berbeda-beda bagi setiap orang yang mengalami, ada yang cepat, ada yang lambat bahkan membekas seumur hidup.
Salah satu trauma yang sulit disembuhkan yakni trauma ketika mereka pernah disakiti oleh ibunya.
“Yang jelas enggak bakal cepat, sulit banget untuk bisa pulih dalam waktu, misalnya, beberapa bulan,” kata Psikolog Klinis Personal Growth Shierlen Octavia, M.Psi., dikutip dari Kompas, Sabtu (7/9/2024).
Apalagi, setiap trauma tidak bisa dipulihkan dengan cara yang sama. Pemulihannya bersifat personalized (tergantung individu masing-masing).
Cara psikolog memulihkan trauma seseorang berdasarkan kasus yang menimpa korban, latar belakang dan tingkat kedewasaan mereka, serta tingkat intelijensinya.
Shierlen menyebut, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum sesi pemulihan sebuah trauma dimulai. Saat terapi untuk memulihkan trauma dimulai, periode berlangsungnya pun cukup lama bisa sampai tahunan.
“Bahkan, mungkin setelah tahunan, masih harus terus diadakan evaluasi berkala. Jadi tetap dimonitor anaknya,” kata Shierlen.
Dengan kata lain, sulit disebutkan dengan pasti selama apa terapi berlangsung sampai orang tersebut sepenuhnya pulih.
“Sulit karena benar-benar case by case. Yang bisa saya bilang, kalau kasus seperti ini, biasanya bisa tahunan,” kata dia.
Editor: Andika
Sumber: Kompas























































