BOSTON, RMNEWS.ID – Seorang pria menderita luka bakar serius akibat membakar diri di depan kantor Konsulat Israel di Kota Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Aksi itu ditujukan untuk menentang genosida Israel di Jalur Gaza.
Departemen Kepolisian Boston menyatakan, insiden itu terjadi pada 11 September sekitar pukul 20.10 waktu setempat. Polisi tidak mengungkap identitas orang tersebut dengan alasan penyelidikan masih berlangsung. Kantor Kejaksaan Distrik Suffolk County, New York, menyatakan ikut menyelidiki insiden itu.
Media lokal melaporkan, insiden itu terjadi di dekat Hotel Four Seasons di jalan yang sama dengan keberadaan Konsulat Israel. Rekaman CCTV mengungkap, pria itu sempat berjalan-jalan di depan hotel sebelum membakar diri, sebagaimana dikutip dari iNews, Senin (16/9/2024).
Usai aksi nekat itu, orang-orang yang melintas di lokasi bergegas memadamkan api.
Seorang saksi mata bernama Jeferson Zapata, mengatakan kepada Telemundo Nueva Inglaterra, pria itu lebih dulu menyiram tubuhnya dengan bensin sebelum menyulutkan api. Mengetahui kejadian itu, dia dan rekan-rekannya mencari air dkemudian menyiramkannya ke tubuh pria tersebut.
Sementara hasil penulusuran media lokal di dunia maya mengungkap, pelaku aksi bakar diri adalah Matt Nelson. Hal itu diketahui dari unggahan video di media sosial sebelum kejadian.
“Saya Matt Nelson dan saya akan melakukan aksi protes ekstrem. Kita semua bersalah atas genosida (Israel) yang sedang berlangsung di Gaza,” kata Nelson, dalam video.
Aksi yang dilakukannya itu merupakan bentuk seruan kepada pemerintah AS untuk menghentikan pengiriman senjata dan uang ke Israel yang digunakan untuk membunuh warga Palestina.
Nelson juga mendesak pemerintah AS untuk menekan Israel guna mengakhiri praktik genosida di Gaza serta mendukung tuntutan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat pemerintah Israel lainnya.
“Saya mendesak siapa pun di antara Anda yang berpikiran sama untuk menghubungi senator dan wakil Anda serta menuntut mereka agar mengusulkan undang-undang guna mencapai tujuan tersebut. Jika anggota parlemen yang sedang menjabat tidak mau, pilihlah mereka yang mau,” ujarnya.
Departemen Kepolisian Boston bersikeras masih melakukan penyelidikan sehingga tak bisa memberikan informasi lebih lanjut.
Editor: Andika
Sumber: iNews
























































