BATAM, RMNEWS.ID – Mungkin dari kalian yang sering bepergian naik pesawat pernah menyadari bahwa pilot kebanyakan tidak memiliki kumis yang tebal, atau jenggot yang panjang. Ternyata memang ada alasannya, yakni dilarang.
Lantas, kenapa dilarang?
Mengutip dari Kumparan, ada dua alasan kenapa pilot dilarang memiliki kumis atau jenggot. Pertama, berkaitan dengan sejarah dan yang kedua soal keselamatan.
Sejarah Larangan Pilot Dilarang Memiliki Jenggot dan Kumis
Dahulu kala, para pilot komersial biasanya berasal dari kalangan militer dan karena harus mengikuti aturan militer AS, pilot-pilot tersebut dilarang memiliki jenggot dan kumis.
Tak hanya itu, memanjangkan kumis atau jenggot hanya diizinkan untuk prajurit Navy SEAL, dan pasukan khusus lainnya dalam misi penyamaran di lapangan.
Seiring berjalannya waktu, maskapai penerbangan AS menerapkan aturan soal pilot yang berkumis dan berjenggot namun mereka masih mengadopsi praktik militer di masa lalu yang membuat sebagian besar maskapai melarang pilot dan awak kabin berkumis atau berjenggot.
Berkaitan Keselamatan Penerbangan
Selain mengacu pada praktik militer, aturan yang diterapkan pada maskapai penerbangan saat ini juga bersumber dari nasihat FAA tahun 1987, soal rambut wajah dan keselamatan masker oksigen.
FAA mengatakan kumis dan jenggot dapat menghalangi masker oksigen dan menutupi wajah pilot, sehingga pilot tidak akan mendapatkan cukup oksigen. Berkurangnya oksigen juga dapat mengakibatkan disorientasi, kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian.
Ketika terjadi keadaan darurat di udara, pilot dan kopilot merupakan orang-orang yang wajib tetap sadar saat penerbangan.
Editor: Andika
Sumber: Kumparan























































