JAKARTA, RMNEWS.ID – Mikroplastik belakangan ini memang menjadi masalah yang yang memprihatinkan. Bahkan, ahli memprediksi polusi mikroplastik dapat meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2040 dan menimbulkan dampak yang serius.
“Kontaminasi lingkungan dapat berlipat ganda pada tahun 2040 dan diprediksi akan terjadi kerusakan yang besar” tulis para peneliti dalam makalah baru dalam jurnal Science yang dilansir dari News Week.
Mikroplastik adalah partikel plastik kecil, biasanya berukuran kurang dari 5 milimeter, yang berasal dari penguraian barang plastik atau diproduksi sebagai partikel kecil untuk berbagai keperluan industri. Diperkirakan ada sekitar 40 megaton mikroplastik yang dilepaskan setiap tahun.
Mikroplastik telah ditemukan di berbagai lingkungan di seluruh dunia, termasuk air laut, sungai, tanah, air keran, makanan, hewan, udara, dan bahkan di dalam tubuh manusia. Karena ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik sangat sulit dihilangkan dari lingkungan dan dapat terakumulasi dalam rantai makanan, sebagaimana dikutip dari CNBC, Sabtu (21/9/2024).
Paparan mikroplastik terhadap kesehatan manusia sangatlah berbahaya. Mikroplastik bisa menimbulkan masalah pernapasan dan gangguan biota usus hingga efek gangguan endokrin dan toksisitas dari bahan kimia yang terkait dengan mikroplastik.
Dampaknya termasuk kerusakan fisik pada satwa liar, kerusakan pada masyarakat dan budaya, dan semakin banyaknya bukti kerusakan pada manusia. Ditambah lagi fakta bahwa mikroplastik adalah kontaminan yang persisten, dan begitu berada di lingkungan, mikroplastik hampir mustahil untuk dihilangkan.
Para ahli menekankan bahwa pendekatan multidisiplin terhadap regulasi melalui Global Plastics Treaty atau Perjanjian Plastik Global yang akan datang diperlukan. Perjanjian tersebut akan menjalani putaran kelima pembahasan pada bulan November dan merupakan peluang utama untuk tindakan internasional kolaboratif melawan mikroplastik.
Para peneliti mencatat bahwa meskipun mengurangi pelepasan mikroplastik akan membantu, pengurangan produksi plastik secara keseluruhan juga diperlukan untuk mencegah risiko tinggi kerusakan lingkungan yang tidak dapat dipulihkan.
Editor: Andika
Sumber: CNBC























































