MALAKA, RMNEWS.ID – Krisis air bersih dirasakan oleh ratusan keluarga di Desa Tunabesi, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Mirisnya, penduduk harus rela menempuh jarak jauh dan medan yang sulit, seringkali berjalan sejauh 2-3 kilometer dan menghabiskan waktu 3-4 jam untuk mengambil air.
Salah seorang warga sekitar bernama Mama Yovita, mengungkapkan hal ini dilakukan warga setiap pagi dan harus sabar mengantri demi menimba air bersih.
“Kami harus pergi ambil air jam 4 pagi, itu pun masih harus mengantri. Siapa yang pergi duluan, berarti timba duluan,” cerita kepada tim Solar Chapter, dikutip dari Times Indonesia, Minggu (29/9/2024).
Adapun alternatif membeli air dari tangki, namun harga nya terbilang mahal bagi mayoritas warga. Dengan harga Rp250.000 untuk 5.000 liter dan pendapatan bulanan sekitar Rp300.000, banyak keluarga terpaksa berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih.
Namun hal itu berubah sejak 6 September 2024 setelah adanya kolaborasi antara masyarakat Desa Tunabesi, Solar Chapter, dan Central Park Neo Soho Group yang telah menjadikan desa ini merdeka air.
Warga pun ikut terharu dan bersyukur atas akses air bersih semakin terjangkau ini.
“Sangat terharu, kerinduan masyarakat akan air bersih sejak lama, tadi saya lihat masyarakat menyambut air dengan penuh suka cita, sangat bangga,” ucap Fransiskus Mollo, Kepala Desa Tunabesi.
“Dulu, dari jam 4 pagi hingga siang kita harus ambil air. Ketika musim kemarau, kita baku marah (berebut). Maka ketika saya melihat air yang terjun bebas, luar biasa. Saya merasa sangat senang dan bangga, perjuangan kita berhasil. Itu karena persatuan dan kekompakan kita,” ungkap Wihelmus Seran, warga Desa Tunabesi yang sekarang bertanggung jawab perihal teknis fasilitas air di desa.
Editor: Andika
Sumber: Times Indonesia























































