“Aku akan mengambil keuntungan dari asmara mu dan masuk ke dalam hatimu… kamu tidak akan pernah mendapatkan uangmu kembali.”
Viral di media sosial sebuah video yang menampilkan para petugas polisi Jepang menari mengikuti lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak dengan lirik diatas.
Melansir dari Mothership, video tersebut diposting oleh Kepolisian Prefektur Hiroshima di akun X resmi mereka @HP_Maplekun pada 7 Oktober 2024, video tersebut dibuat oleh kantor polisi Asa Minami untuk meningkatkan kesadaran tentang penipuan online dan pencegahan penipuan.
Asa Minami merupakan salah satu dari delapan distrik di kota Hiroshima, Jepang.
Penipuan yang terjadi yakni penipuan investasi dan percintaan, yang sering dilakukan melalui platform media sosial seperti aplikasi pesan LINE dan Instagram, lapor lembaga penyiaran lokal RCC.
Dinyanyikan oleh anak-anak
Lagu tersebut dilaporkan dinyanyikan oleh anak-anak dari Umebayashi Yotsuba Nursery School, yang kemudian diberikan surat apresiasi.
Dalam video tersebut, lima petugas polisi menampilkan gerakan tarian yang sederhana namun menarik dengan berbagai latar belakang dan efek visual.
Menurut Sersan Kazuha Kagahara, yang memproduksi video tersebut, menjelaskan bahwa mereka awalnya merekamnya di dalam kantor polisi, namun ternyata “ impact” nya kurang.
Mereka memutuskan untuk menyempurnakannya dengan pencahayaan dan efek, sehingga menghasilkan versi final.
Adapun komentar pada postingan video tersebut sebagian besar positif, salah satu komentar yang mengatakan bahwa video tersebut susah untuk dilupakan.
10 kasus sejauh ini di Asa Minami
RCC juga melaporkan bahwa telah terjadi sepuluh kasus investasi media sosial dan penipuan percintaan di wilayah hukum kantor polisi Asa Minami hingga bulan Agustus, dengan total kerugian mencapai sekitar 120 juta yen (sekitar 1 juta dolar Singapura).
Video kesadaran akan penipuan ini bertujuan untuk memperingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban dari skema semacam itu dan juga akan ditampilkan di papan iklan digital di lokasi-lokasi seperti mal AEON di masa mendatang.
Editor: Andika
Sumber: Mothership























































